Home / Politik / 82 Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah Terpilih

82 Calon Ketua Umum PP Muhammadiyah Terpilih

bidik.co – Sebanyak 82 nama calon dinyatakan lolos dan memenuhi syarat serta bersedia dicalonkan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2015-2020 pada Muktamar 47 di Makassar, Sulawesi Selatan. Nama-nama calon ketua ini akan dibawa ke Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar, 3-7 Agustus 2015 mendatang.

“Pada tanggal 30 Juni 2015 lalu, panitia pemilihan menerima pengembalian sebanyak 96 formulir pernyataan bersedia atau tidak bersedia dari 108 nama calon dengan rincian sebanyak 83 bersedia dan 13 calon menyatakan tidak bersedia,” ungkap Ketua Panitia Pemilihan PP Muhammadiyah periode 2015-2020, H.A. Dahlan Rais kepada wartawan dalam acara buka puasa di kantor PP Muhammadiyah di Jl Cik Ditiro Yogyakarta, Jumat (10/7/2015).

Dari 83 nama calon tersebut lanjut Dahlan, satu calon meninggal dunia sehingga tinggal 82 nama yang calon yang memenuhi syarat atau lolos. Nama-nama tersebut akan dibawa ke Sidang Tanwir Muhammadiyah sebelum muktamar digelar pada tanggal 1-2 Agustus 2015 di Makassar.

Dahlan mengatakan dalam sidang Tanwir yang diikuti 204 anggota itu ada 200 nama bakal calon yang diusulkan. Peserta Sidang Tanwir berasal dari unsur Pimpinan Pusat (PP), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Perwakilan Daerah, dan organisasi otonom.

Setelah diteliti dari 200 bakal calon hanya 108 orang yang memenuhi syarat.

“Panitia Pemilihan kemudian mengirim surat kesanggupan terhadap 108 nama calon. Namun hanya 96 calon yang mengembalikan surat kesanggupan,” kata Dahlan didampingi Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Yunahar Ilyas.
Menurutnya dia dari sisi usia, dengan kisaran umur 40-50 tahun ada sebanyak 16 persen. Umur 50-60 tahun ada sekitar 45 persen dan di atas umur 60 tahun ada 39 persen.

Dari sisi pendidikan, Strata Satu (S1) ada sebanyak13 persen, S2 ada sebanyak 31 persen dan S3 ada sebanyak 56 persen.

“Dari sisi pekerjaan pendidik sebanyak 72 persen dan sisanya berprofesi bermacam-macam ada 38 persen. Sedangkan dari jenis kelamin, 95 laki-laki dan lima persen perempuan,” katanya.

Dia kemudian menyebutkan beberapa nama yang bersedia maupun tidak bersedia dicalonkan. Calon yang bersedia diantaranya

Prof Dr Dadang Kahmad, HM Muchlas Abror, Muchdi Pr, HM Syukriyanto AR, Goodwill Zubair, Hajriyanto Y. Tohari, Sudibyo Markus, Bambang Sudibyo, Dahlan Rais, Busyro Muqoddas dan lain-lain. Sedangkan calon yang tidak bersdia diantaranya mantan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, Izzul Muslimin dan mantan mendiknas Prof Malik Fadjar.

Tiga tokoh bakal menguat sebagai kandidat ketua umum untuk menggantikan Prof Dr M Din Syamsuddin dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah yang akan digelar di Makassar pada 3-7 Agustus 2015.

Di sela menghadiri Workshop Registrasi Online Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Aisyiyah ke-47 di Unismuh Makassar, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Najib Hamid MSi, mengemukakan hal itu di Makassar, Minggu (11/1/2015).

Tiga tokoh tersebut adalah Prof Dr Syafiq A Mughni (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni University of California dan Pesantren Persis), Dr Haedar Nashir (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni Fisipol UGM) dan Dr Abdul Mu’thi (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, alumni Flinders University Australia).

“Pak Syafiq mempunyai jaringan ke luar dan ke dalam. Mas Mu’thi, masih muda dan lincah, sedangkan Pak Haedar Nashir menjaga kekuatan ke dalam,” kata mantan anggota KPU Provinsi Jawa Timur tersebut.

Ia mengatakan pemilihan ketua umum tersebut menjadi hak prerogatif dari 13 orang formatur yang dipilih dari 39 nama yang berasal dari sidang tanwir karena itu suksesi di Muhammadiyah terlihat kuran menarik.

“Kami berharap muktamar kali ini tidak sekadar muktamar tetapi mendukung gerakan menjadi lebih baik lagi dalam mendukung gerakan Muhammadiyah,” katanya.

Najib Hamid mengatakan muktamar bertujuan untuk melakukan evaluasi program, perencanaan program dan melakukan pemilihan pimpinan, sedangkan secara kultural muktamar itu merupakan “hari raya”-nya Muhammadiyah. Terkait persiapan muktamar, dia berharap agar panitia benar-benar menyiapkan lokasi yang menjadi tempat muktamar, penginapan, tempat mandi dan toilet.

“Konsumsi juga jangan ada yang basi. Katering pagi harus beda dengan katering siang dan malam agar tidak ada bahan sisa yang didaur ulang. Kelihatannya sepele tetapi penting. Kami percaya panitia bisa tetapi perlu percepatan,” katanya.

Sementara itu, delegasi Jatim berjumlah 251 utusan, sedangkan penggembira bisa lebih banyak lagi, apalagi Surabaya-Makassar itu relatif terjangkau. “Registrasi cukup dilakukan pimpinan wilayah,” katanya. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pancasila Jadi Perekat Bangsa Indonesia Yang Beragam

bidik.co — Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya, baik jumlah penduduknya, adat istiadatnya, suku, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *