Home / Pendidikan / Jamal Mirdad: Indonesia Perlu Terapkan Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat

Jamal Mirdad: Indonesia Perlu Terapkan Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat

bidik.co — Indonesia terkenal sebagai negara dengan keberagamannya, yaitu suatu bangsa yang terdiri dari berbagai agama, budaya, etnis, bahasa dan golongan. Sehingga bangsa kita memiliki keunikan tersendiri. Dengan keberagaman itu Indonesia dikenal oleh bangsa luar dengan istilah negara yang plural.

“Sebagai bangsa yang religius dan berbudaya, sudah mestinya rakyat Indonesia menerapkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga dengan keberagaman itu mampu membuat Indonesia menjadi negara yang tenteram, aman, dan harmonis,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Jamal Mirdad.

Menurut putra asli kota ukir Jepara ini, kebhinekaan ini perlu dipandang sebagai kekayaan bangsa sekaligus sebagai potensi dalam membangun masyarakat yang adil dan makmur, serta bermartabat. Kebhinekaan di satu sisi dapat menjadi kekayaan yang mampu memberikan kontribusi dalam proses pembangunan bangsa dan negara.

“Namun, di sisi lain kebhinekaan juga dapat menjadi faktor yang potensial bagi munculnya fenomena disintegrasi bangsa, yang pada akhirnya bisa menghancurkan keberadaan suatu bangsa,” tutur Anggota Komisi X DPR RI ini mengingatkan.

Selanjutnya, Jamal menjelaskan, sejak dulu kita sudah dikenalkan dengan nilai-nilai Pancasila sebuah nilai menjadi pandangan hidup yang mengatur berbagai aspek mulai dari nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, nilai keadilan maupun nilai-nilai positif lainnya. Dengan semboyannya “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu.

“Hal ini menjadi pondasi yang harus ditegakkan dalam bingkai Negara Republik Indonesia, sehingga sikap toleransi menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia,” tutur Jamal dalam acara Sosialisasi Keputusan MPR, Selasa 19 September 2017 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut pelantum lagu “Topi Sarjana” ini, bukan hal yang mudah untuk bisa mengatur suatu bangsa dengan keberagaman dan karakteristik yang ada, yang sebenarnya bisa dengan mudah memicu perpecahan.

“Menjelang Tahun politik yang sebentar lagi akan berlangsung, maka konsep Bhineka Tunggal Ika harus bisa diterjemahkan dalam realitas hubungan sosial yang tak mengenal batas-batas suku, agama dan ras. Toleransi mutlak diperlukan sebagai syarat persatuan Indonesia dan kokohnya NKRI,” tuturnya.

Selanjutnya, Jamal menguraikan, sudah seharusnya para elite politik dan pemimpin nasional bangsa ini dapat memandang bangsa Indonesia, bertingkah laku serta memberikan contoh berdasarkan nilai nilai Pancasila, sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat tetap kokoh dan utuh tidak terjadi perpecahan yang disebabkan adanya keegoisan kepentingan pribadi atau golongan.

“Oleh sebab itu, diperlukan pemahaman dan kesadaran bahwa toleransi dalam kebhinekaan adalah kekayaan dalam membangun bangsa melalui sikap toleransi di antara anak bangsa yang memiliki perbedaan,” tandas Jamal. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Jamal Mirdad: Peringatan Isra’ Mi’raj Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Bangsa

bidik.co — Isra’ Mi’raj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab, tahun ini jatuh pada tanggal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *