Home / Pendidikan / Kak Eman: Mendidik Anak Perlu Proses Panjang

Kak Eman: Mendidik Anak Perlu Proses Panjang


bidik.co – Mendidik anak tidak mendadak, namun perlu proses yang panjang, karena itu pendidikan terhadap anak tidak dapat dilakukan secara instan.

“Mendidik anak itu tidak mendadak, tetapi butuh proses yang panjang. Dan dunia anak itu merupakan dunia bermain. Dan bermain bagi anak tidak main-main. Bermain itu Serius,” tutur Ketua Kampoeng Dongeng Kota Depok, Eman Surya atau sering dipanggil Kak Eman, dalam “Workshop Bunda-bunda Mendongeng Kampoeng Dongeng Kota Depok,” Kamis 28 Nopember 2019, di TPA Ta’am Annisa, Beji, Kota Depok.

Kak Eman juga mengingatkan bahwa anak berkembang secara psikologis. Karena itu, jangan acuh terhadap anak, mereka butuh komunikasi untuk merangsang pertumbuhannya. “Ajak berbicara, bernyanyi dan bercerita,” ajak Kak Eman terhadap bunda-bunda peserta workshop.

Kecenderungan anak adalah senang meniru, karena salah satu proses pembentukan tingkah lakunya diperoleh dengan cara meniru. Selain itu, orang tua harus berpikir bahwa janganlah terus mencari teladan, tetapi segeralah menjadi teladan. Anak bukan orang dewasa mini. Mereka memiliki dunia yang khas. Hadapi dengan sabar, pengertian & toleransi.

Selanjutnya Kak Eman mengingatkan bahwa mendongeng bukanlah sekadar pengantar tidur bagi si anak, tetapi merupakan salah satu media komunikasi “Yang dapat dijadikan sebagai upaya membangun karakter anak, media pembelajaran anak, dan menangani situasi dan kondisi anak,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Kado Depok tersebut menangkap adanya kecenderungan orang tua yang belum rutin bercerita terhadap anak-anaknya, antara lain karena merasa belum bisa bercerita, belum percaya diri, dan merasa masih sedikit referensi cerita.

“Saya belum bisa bercerita, saya belum percaya diri, dan saya masih sedikit referensi ceritanya. Bahkan ada yang mengatakan, sibuk, males, capek dan lain-lain,” tutur Kak Eman.
Terkait dengan materi mendongeng, menurut Kak Eman, dapat diambil dari kejadian sehari-hari yang telah dimodifikasi dan buku dongeng atau buku cerita.

“Bisa kita ambil dari kejadian sehari-hari yang telah dimodifikasi dan buku dongeng atau buku cerita. Namun demikian harus dipilih dan disesuaikan temanya dengan usia dan durasi yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan anak,” jelas Kak Eman.

Sebab, lanjut Kak Eman, harus dipahami bahwa yang disebut dengan dongeng adalah hasil rekayasa imajinatif, dengan alur ceritanya yang sederhana dan mengandung pesan mulia bermakna, tapi tidak benar-benar terjadi.

Terkait dengan waktu dan tempat untuk mendongeng, Kak Eman mengingatkan bahwa perlu diusahakan selalu hadir saat anak membutuhkan. “Kapan dan dimana saja, dalam kondisi apa pun saat anak-anak senang atau harus bersyukur, sedih, butuh pencerahan, dan penjelasan atas kondisi yang mereka alami. Karena Mendongeng adalah seni dalam berkomunikasi,” jelas Kak Eman.

Yang terpenting adalah bagaimana mencipatakan habit dalam mendongeng. “Mulai rutinitas mendongeng, sebelum tidur misalnya; karena bagi bunda, bisa mendongeng itu biasa, biasa mendongeng itu baru luar biasa. Bagi anak, kegiatan mendongeng akan menjadi moment yang akan selalu dinantikan dan diingat sampai mereka dewasa,” ingatnya.

Menciptakan habit juga dapat dilakukan dengan rutinitas membacakan buku, karena cerita yang diulang-ulang akan dapat membantu anak belajar berpikir logis, membantu anak menambah kosakata baru, dan membantu melihat tumbuh kembang anak.

“Dengan membaca cerita yang diulang-ulang akan dapat membantu anak belajar berpikir logis, membantu anak menambah kosakata baru, dan membantu melihat tumbuh kembang anak,” papar Kak Eman.

Terkait dengan upaya meningkatkan kecakapan dalam mendongeng, perlu dilakukan latihan secara rutin, sehingga ada kemampuan dalam melakukan olah vokal, olah gerak, olah bahasa, dan olah media.

“Karena itu perlunya berlatih secara rutin untuk meningkatkan kecakapan, sehingga ada kemampuan dalam melakukan olah vokal, olah gerak, olah bahasa, dan olah media,” pungkas Kak Eman. (is)

Komentar

Komentar

Check Also

Pancasila Sebagai Dasar Pendidikan Karakter

bidik.co — Ketika Pancasila diajarkan sebagai ”pengetahuan”, maka sudah seharusnya diimplementasikan menjadi ”keteladanan” dalam perilaku, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *