Home / Internasional / Kemungkinan Yunani Tak Bayar Utang ke IMF

Kemungkinan Yunani Tak Bayar Utang ke IMF

bidik.co — Pemerintah Yunani mendorong warganya untuk menolak proposal reformasi keuangan yang diajukan oleh kreditor dalam referendum yang akan digelar.

Ribuan warga Yunani melakukan aksi turun ke jalan pada Senin (29/6/2015) malam. Mereka mendukung langkah pemerintah setempat yang menolak proposal proposal yang diajukan kreditor.

Pembicaraan antara pemimpin sayap kiri Yunani dan para kreditor (yakni Uni Eropa, bank sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional) mengalami kegagalan sebelumnya, setelah PM Yunani Alexis Tsipras menyatakan bakal membawa usulan itu ke referendum.

Tsipras mencoba terlihat tenang kemarin sembari mengatakan bahwa pada 5 Juli akan digelar pemungutan suara terhadap proposal kreditor yang menginginkan reformasi keuangan. Hal itu dinilai sebagai senjata dalam menghadapi para kreditor..

Namun demikian, Tsipras juga menjelaskan bahwa Yunani tidak mampu membayar utang 1,5 miliar dollar euro (sekitar 1,7 miliar dollar AS)

Sebelumnya, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Kamis (9/4/2015) waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena Yunani melakukan pembayaran terjadwal kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 9,5 dollar AS atau 0,79 persen, menjadi 1.193,60 dollar AS per ounce.

Setelah banyak spekulasi, emas berada di bawah tekanan karena Yunani membayar utangnya kepada IMF sebesar 460 juta euro.

Para analis mengatakan investor sebelumnya khawatir bahwa Yunani mungkin tidak memiliki cukup uang di tangan untuk melakukan pembayaran utang.

Emas mendapat tekanan tambahan ketika bank sentral AS, Federal Reserve, terus mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga, meskipun data ekonominya lesu.

Risalah dari pertemuan Fed sebelumnya yang dirilis setelah pasar ditutup pada Rabu, serta rilis pernyataan Presiden Fed New York William Dudley dan Gubernur Fed Jerome Powell menunjukkan bahwa ada kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang investor perkirakan.

Analis percaya bahwa pasar untuk emas saat ini bearish, karena ekspektasi pada akhirnya The Fed akan menaikkan suku bunga.

Harga logam mulia juga tertekan oleh laporan klaim pengangguran yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis pagi. Laporan ini menunjukkan klaim pengangguran awal meningkat 14.000 menjadi 281.000, namun laporan itu juga merevisi angka turun sebesar 21.000 untuk pekan sebelumnya, yang analis katakan lebih baik dari perkiraan.

Perak untuk pengiriman Mei turun 27,8 sen, atau 1,69 persen, menjadi ditutup pada 16,176 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 9,3 dolar AS, atau 0,80 persen, menjadi ditutup pada 1.157,00 dollar AS per ounce. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

TKI di Korea Enggan Pulang Karena Gaji Tinggi

bidik.co – Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid mengatakan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *