Home / Internasional / Kritisnya Posisi PM Australia Tony Abbott

Kritisnya Posisi PM Australia Tony Abbott

bidik.co — Posisi Tony Abbott sebagai perdana menteri Australia kini semakin kritis, setelah sejumlah koleganya di Partai Liberal secara terang-terangan mendesak perlunya pergantian pimpinan pemerintahan.

Karena itu, Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, tengah menghadapi tantangan atas kepemimpinannya setelah anggota Parlemen asal Australia Barat, Luke Simpkins mengkonfirmasi bahwa dirinya akan menyuarakan pemilihan ulang ketua Partai Liberal dalam pertemuan partai, Senin (9/2/2015). Hal itu dimajukan dari sebelumnya yang dijadwalkan Selasa.
Setidaknya ada empat anggota parlemen dari partainya yang secara terbuka mempersoalkan kepemimpinan Tony Abbott.

Kabarnya, Selasa (10/2/2015) pekan depan, kemungkinan akan dilakukan voting di internal Partai Liberal untuk memastikan posisi Abbott.

Desakan terbaru disampaikan mantan Menteri Utama negara bagian Victoria Jeff Kennett dari Partai Liberal. Ia menyebut kepemimpinan Abbott sudah mendekati akhir.

Jeff Kennett misalnya mengatakan, Tony Abbott telah kehilangan dukungan publik termasuk dari kalangan pemilih tradisional Partai Liberal sendiri.

Menanggapi semua desakan itu, PM Abbott menegaskan agar koleganya di partai, terutama anggota parlemen dan anggota kabinet, untuk berhenti membicarakan pergantian pimpinan pemerintahan.

Ia memperingatkan konsekuensi buruk pergantian seperti itu, sebagaimana yang pernah dialami pemerintahan Partai Buruh sebelumnya, yang mengganti Kevin Rudd dengan Julia Gillard sebagai perdana menteri.

Sementara itu Menteri Bendahara Negara Joe Hockey bahkan menantang kalangan internal partainya yang gencar mendesak pergantian ini untuk tampil secara terang-terangan.

Posisi Abbott sebagai perdana menteri mulai digoyang menyusul kekalahan Partai Liberal dalam pemilu lokal di negara bagian Victoria dan Queensland belum lama ini.

Selain itu, Abbott juga disoroti setelah menganugerahkan gelar kebangsawanan Australia bagi Pangeran Philip dari Inggris.

PM Abbott mengakui, adalah hak demokrasi setiap anggota partai untuk menyuarakan pendapatnya. “Saya sudah sering mendengar langsung kolega yang menyatakan tidak setuju mengenai satu hal yang saya lakukan,” katanya.

Pemilihan ulang atau pemungutan suara internal ketua Partai Liberal Australia terakhir kali dilakukan ketika Malcolm Turnbull digantikan oleh Tony Abbott dalam sebuah rapat partai di tahun 2009, setelah Wilsom Tuckey dan Dennis Jensen meminta kepada ketua komite pemilihan, Alex Somlay.

Dalam pemungutan suara internal ketua partai, tak ada aturan tertulis mengenai prosedur debat.

Tak seperti kaukus di Partai Buruh, Partai Liberal menerapkan ‘prosedur abu-abu’ dan ‘konvensi tak tertulis’ di bawah kepengurusan pimpinan partai.

Untuk memahami bagaimana tata cara pemilihan ulang ketua Partai Buruh, berikut kami hadirkan informasinya:

Anggota manapun bisa meminta adanya pemungutan suara internal

Ketika anggota partai bertemu dalam suatu ruangan rapat, siapa saja bisa meminta adanya pemilihan ulang atau pemungutan suara internal atas posisi kepemimpinan.

Ia akan mengajukan permintaan itu, dengan atau tanpa indikasi sebelumnya, kepada pimpinan, dan lantas menyerukan adanya pemilihan ulang.

Pemungutan suara internal ini biasanya spesifik memilih Ketua Partai, Wakil Ketua Partai atau keduanya.

Dengar pendapat anggota lainnya bisa saja dilakukan, tetapi secara teknis tak terlalu diperlukan jika pimpinan memutuskan agar diskusi pemilihan ulang itu berlanjut.

Pimpinan menyilahkan para anggota menyuarakan dukungan atau penolakan

Setelah itu, diskusi dan debat yang melelahkan berlangsung.

Para anggota partai akan mengindikasikan, biasanya kepada ketua atau wakil ketua, keinginan mereka untuk berbicara.

Para pembicara seringkali dipanggil secara acak, yang mendukung pemilihan ulang dipanggil terlebih dahulu diikuti dengan para penentang ide tersebut.

Di masa lalu, para anggota partai berbicara, berkomentar, tetapi tak benar-benar memposisikan mereka ‘setuju’ atau ‘menentang’ pemilihan ulang.

Siapa saja boleh berbicara. Waktu maksimal untuk berbicara adalah, masing-masing, 3 menit.

Pimpinan rapat menilai pendapat anggota atau suasana rapat partai

Bahkan jika tiap anggota belum semuanya berbicara, tetapi menjadi semakin jelas bahwa makin banyak yang ‘menentang’ pemungutan suara ketimbang yang ‘mendukung’, pimpinan rapat memunyai hak untuk menyatakan bahwa pemungutan suara tak akan berjalan sukses, dan bahwa debat harus diakhiri, dan tak ada pemilihan.

Tak ada aksi interupsi atau indikasi jelas siapa yang menetang dan siapa yang mendukung, keputusan diambil dengan mendengarkan pendapat para anggota.

Atau bisa saja, ketika seluruh anggota partai telah menyuarakan pendapat mereka, pemungutan suara internal bisa dilangsungkan.

Para kandidat akan berdiri dan menominasikan diri mereka.

Komite pemilihan akan melakukan penghitungan, untuk mendapatkan jumlah anggota partai yang ada di ruangan. Jumlah kertas suara akan disiapkan dan distribusikan, untuk kemudian dilakukan pemungutan suara tertutup.

Tiap anggota partai akan menuliskan nama kandidat yang mereka pilih di kertas suara dan memasukkannya ke dalam kotak suara.

Komite pemilihan menghitung suara, memperingkat para kandidat sesuai dengan urutan suara yang masuk dan kemudian membicarakan hasil pemungutan suara kepada anggota rapat.

Hanya pimpinan yang memiliki wewenang untuk menggelar rapat paripurna dan menentukan waktu serta lokasi.

Partai Liberal akan bertemu hari Senin (9/2) mulai pukul 9 pagi waktu Australia dan DPR Australia sendiri akan bertemu pada siang harinya dimajukan dari jadwal semula hari Selasa.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kuorum 30 anggota, kecuali jika Parlemen sedang reses, posisi duduk Parlemen akan memiliki beberapa hambatan pada ukuran ruang rapat.

Tiga anggota Parlemen setidaknya telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kepemimpinan Tony Abbott, namun Menteri Luar Negeri Julie Bishop – yang juga dipertimbangkan sebagai pemimpin potensial – mengatakan kepada Kabinet bahwa ia tak akan menantang Tony Abbott dan tak sedang berkampanye untuk posisi Perdana Menteri.

Malcolm Turnbull juga telah memastikan bahwa ‘tak ada ketegangan antara Tony Abbott dan pejabat senior manapun. Kami adalah tim yang kohesif dan sangat mendukung satu sama lain’. (*)

 

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pancasila Jadi Perekat Bangsa Indonesia Yang Beragam

bidik.co — Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat kaya, baik jumlah penduduknya, adat istiadatnya, suku, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *