Home / Kolom_Husna / Memantapkan Kesetaraan

Memantapkan Kesetaraan

Oleh: Husna

Pesatnya pembangunan tidak terlepas dari peran perempuan. Meskipun tidak menempati posisi strategis di lembaga pemerintahan, namun keberhasilan membangun negara tetap ada campur tangan perempuan.

Kiprah perempuan membangun daerah dan negara jangan dilihat dari perannya di dunia pemerintahan maupun di lembaga politik. Namun bagaimana dia mendidik anak-anaknya sehingga berguna bagi bangsa dan negara.

Peran Penting
Pembangunan nasional adalah seluruh upaya membangun bangsa yang berkesinambungan ke seluruh aspek kehidupan masyarakat dan bangsa dalam rangka mewujudkan tujuan nasional seperti yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Yaitu, melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Perempuan Indonesia memegang peranan penting dalam pembangunan. Saat ini tidak sedikit pembangunan yang mendapat dukungan dari para perempuan. Dengan jumlah yang demikian banyak, maka sangatlah pantas bila perempuan dijadikan salah satu komponen pembangun bangsa.

Peran perempuan dalam pembangunan bangsa Indonesia sangat besar dan merupakan aset bangsa yang potensial dan kontributor yang signifikan dalam pembangunan bangsa baik sebagai agen perubahan maupun subyek pembangunan.

Pemberdayaan Perempuan
Konsep pembangunan kemampuan peranan perempuan yang dipergunakan berkembang menjadi pemberdayaan perempuan yang berarti, meningkatkan kualitas dan peran perempuan pada semua aspek kehidupan baik secara langsung atau tidak langsung melalui penciptaan situasi-situasi yang kondusif sebagai motivator dan akselerator proses pembangunan.

Sehingga Karls memandang bahwa pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran dan pembentukan kapasitas (capacity building) terhadap partisipasi yang lebih besar, kekuasaan dan pengawasan dalam pembuatan keputusan dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.

Diakui selama ini ada anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah, yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal. Maka untuk mengatasinya diperlukan upaya dan strategi mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan dan menghilangkan faktor kendala yang dihadapi perempuan dalam pembangunan dengan melakukan kegiatan analisis dan evaluasi.

Women In Development Approach (WID) yang diperkenalkan United States Agency for International Development (USAID) memeparkan bahwa perempuan merupakan sumber daya yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan sumbangan ekonomi dalam pembangunan. Ini berarti bahwa perempuan dan pembangunan telah menjadi sorotan dunia internasional termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kajian yang lebih komprehensif.

Berbeda dengan Karls, Hubeis mengatakan, analisis alternatif peran perempuan dalam mendorong pembangunan dapat dilihat dari tiga aspek. Pertama, peran tradisi atau peran domestik yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga. Perempuan yang berhasil mengelola rumah tangga dengan baik akan menjadi inspirasi dan motivator bagi pelaku pembangunan. Kedua, peran transisi yang berkaitan dengan garapan lahan pertanian atau bekerja di usaha keluarga dan ketiga, peran kontemporer. Perempuan memiliki peran di luar rumah tangga atau disebut wanita karier. Peran-peran ini menunjukkan bahwa perempuan baik langsung maupun tidak langsung mempunyai kontribusi yang besar terhadap pembangunan bangsa.

Pemerintah telah menempatkan kaum perempuan sebagai partner yang manis bagi pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumber daya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional. Konsep ini memberikan porsi kepada kaum perempuan untuk lebih eksis meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan.

Memantapkan Kesetaraan
Melalui peningkatan pendidikan, sosialisasi, serta kiprah kaum perempuan diharapkan masyarakat akan memiliki komitmen, sikap, pandangan dan penghormatan yang lebih baik terhadap peran wanita di berbagai bidang profesi dan pembangunan.

Kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan nasional mengandung arti pengarusutamaan gender dalam kehidupan bernegara, bangsa Indonesia harus mampu melakukan refleksi dan evaluasi kesetaraan gender yang makin ditingkatkan melalui dua segi. Yaitu, membandingkan kesetaraan gender dan pengarusutamaan kaum perempuan dengan masa lalu dan dengan negara berkembang lainnya, serta memberikan kesetaraan kesempatan dalam profesi, baik di parlemen, dunia bisnis.

Untuk memastikan kesetaraan gender dan pengarusutamaan kaum perempuan dalam pembangunan terus berlanjut dan makin kokoh perlu dilakukan tiga strategi. Pertama, memastikan instrumen perundang-undangan yang mengarusutamaan perempuan dan tetap anti diskriminasi serta memiliki kesetaraam gender. Kedua, berbagai kebijakan pemerintah harus sesuai kesetaraan gender dan pengarusutamaan kaum perempuan. Ketiga, penyesuaian sikap, pandangan dan perlakuan masyarakat berkaitan dengan nilai, adat, dan kultur bangsa. ***
Husna, Dosen FISIP Unas Jakarta

Komentar

Komentar

Check Also

Opini 2

Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2 Opini 2Opini 2Opini 2Opini 2Opini …

3 comments

  1. memang benar ternyata kalo wanita itu adalah tiang negara

  2. rafina yanti

    peran perempuan sangat penting untuk kemajuan bangsa Indonesia

  3. wanita memiliki andil yamg sama dengan laki2 untuk bersama2 memajukan indonesia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *