Home / Tekno / Pakai Solar Cell, Rumah di Menteng Jual Listrik ke PLN Sejak 2013

Pakai Solar Cell, Rumah di Menteng Jual Listrik ke PLN Sejak 2013

bidik.co — Masyarakat kini bisa menjual listrik ke PT PLN (Persero), dengan syarat harus memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terpasang di rumahnya. Bagaimana penghitungan listrik yang bisa dijual ke PLN?

Salah satu rumah di kawasan Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat, menjadi rumah percontohan yang menjual listrik ke PLN. Di rumah tersebut, terpasang solar cell atau panel surya‎ berdaya 6.120 watt dengan beban puncak pemakaian di siang hari sebesar 4.400 watt.

“Berarti itu selisihnya yang masuk ke PLN. Apalagi kalau hari Sabtu atau Minggu yang tak dipakai itu masuk ke PLN,” kata Project Development Manager ‎PT Aruna Solar Sytem Solutions, S. Agus Mintono, Selasa (19/5/2015).

PT Aruna adalah perusahaan yang memasang panel surya di rumah tersebut. Agus mengatakan, sistem panel surya yang digunakan di rumah tersebut adalah on gride, di mana jaringan pembangkit solar cell tersambung dengan jaringan PLN. Bila sambungan listrik dari PLN mati, maka listrik dari panel surya tersebut pun mati.

Di rumah milik warga bernama Surya Supono tersebut, terpasang daya listrik dari PLN sebesar 16.500 watt, kemudian ada listrik dari panel surya berkapasitas 6.120 watt.

Surya sudah menjual listrik ke PLN sejak September 2013 lalu. Bagaimana caranya? Ada meteran khusus yang menghitung berapa listrik yang surplus dan bisa dijual ke PLN.

Dengan menjual listrik, pemilik rumah bisa mengurangi tagihan yang dibayarnya setiap bulan.

Agus Mintono mengatakan, saat ini sudah ada beberapa rumah yang menjual listrik ke PLN melalui listrik yang dihasilkan dari solar cell.

Salah satunya rumah milik warga bernama Surya Supono, di kawasan Jalan Ki Mangungsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat. Pihak Aruna menjadi pemasang instalasi solar cell hingga bisa menjual listrik ke PLN.

Rumah tersebut memiliki solar cell dengan kapasitas 6.120 watt. Sementara pemakaian normal siang hari hanya 4.400 watt.

“Rumah Surya Supono ini pemakaian normal pada siang hari sekitar 4.400 watt menggunakan tenaga surya,” kata Agus.

Bila diasumsikan pemakaian normal di siang hari hanya 2.000 watt, maka ada selisih 4.120 watt atau setara 4,12 Kwh listrik yang dijual ke PLN. Jadi, bila dalam sehari waktu operasi tenaga surya efektif selama 5 jam, maka listrik yang dijual ke PLN tersebut bisa mencapai 20 Kwh per hari, atau per bulan menjadi 600 Kwh.

“Kalau kita pakai PLN itu 1.000 Kwh, jadi tinggal dikurangi saja 600 Kwh, jadi sisa 400 Kwh,” katanya.

Dia juga menambahkan, tarif listrik untuk golongan R3 sebesar Rp 1.412/Kwh, maka listrik yang dia jual ke PLN sebesar Rp 847.200/bulan. Memang ada meteran khusus untuk rumah yang menjual listrik ke PLN.

Selain itu, pada siang hari, rumah tersebut pun tidak menggunakan tenaga listrik dari PLN. Jika penggunaan rata-rata 2.000 watt per hari atau setara 2 Kwh, dikalikan 5 jam waktu efektif tenaga surya, maka rumah tersebut bisa menghemat 10 Kwh dalam sehari, atau 300 Kwh dalam sebulan.

Bila dikalikan tarif listrik Rp 1.412/kwh, maka yang dihemat sebesar Rp 423.600/bulan.

“Jadi ada dua keuntungannya, dia bisa jual ke PLN, dan dia nggak pakai listrik PLN sama sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Asistem Manager Transaksi PLN Menteng, Jakarta Pusat Jelli Budi mengatakan, hingga kini baru dua rumah di kawasan Menteng yang memasang listrik dengan konsep panel surya yang juga disebut ‎Photovoltaic tersebut.

“Di Mangunsarkoro dan di Banyuwangi,” tuturnya. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Muhammadiyah Satukan Ilmu Agama dan Ilmu Sains Lewat Trensains

bidik.co — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memimpin acara peletakan batu pertama pembangunan gedung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *