Bidik.co — Banjar — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Upaya pencegahan dan penanganan karhutla memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat, dunia usaha, hingga masyarakat.
Hal itu menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI yang menghadirkan Anggota MPR RI Fraksi Partai GERINDRA dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Muhammad Rofiqi, dengan tema “Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Gedung Pendopo Batuah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Rofiqi, menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Pencegahan harus menjadi langkah utama dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak. Pemerintah dan aparat memiliki peran penting, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga lingkungan di sekitarnya,” kata Rofiqi.
Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mencegah karhutla. Aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan risiko apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dan kondisi lingkungan.
“Pencegahan jauh lebih penting. Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar dan dampaknya sudah dirasakan masyarakat. Karena itu, kesadaran dan kepedulian harus dibangun sejak dari lingkungan masing-masing,” tutur Rofiqi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan bagi masyarakat untuk membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Semangat gotong-royong merupakan bagian dari nilai kehidupan Bangsa Indonesia. Dalam menghadapi persoalan karhutla, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan saling mengingatkan, menjaga lingkungan, serta bersama-sama melakukan pencegahan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan dan kepentingan bersama. Dalam konteks penanganan karhutla, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Muhammad Rofiqi juga mengingatkan bahwa dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat secara luas. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, asap akibat kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya untuk kepentingan kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita. Hutan dan lahan di Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan harus kita jaga bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Kegiatan Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai hasil ketetapan MPR RI sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, termasuk tantangan dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Banjar. (gin/gha)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker