Home / Politik / Jamal Mirdad: Pancasila Ajarkan Mahasiswa Bergerak Dengan Kritis dan Berintegritas

Jamal Mirdad: Pancasila Ajarkan Mahasiswa Bergerak Dengan Kritis dan Berintegritas

Bidik.co — Kendal — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Jamal Mirdad menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara yang tercantum dalam konstitusi, melainkan falsafah hidup yang menjadi pedoman dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi seluruh warga negara, termasuk mahasiswa sebagai kelompok intelektual bangsa.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan besar yang pernah terjadi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran aktif mahasiswa yang tampil sebagai kekuatan moral, agen perubahan, dan pengontrol kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas.

Jamal menjelaskan bahwa sikap kritis merupakan karakter yang harus dimiliki mahasiswa. “Kampus merupakan ruang lahirnya gagasan, pemikiran, dan kritik yang konstruktif terhadap berbagai persoalan bangsa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan objektif dalam menyikapi berbagai dinamika sosial, politik, ekonomi, maupun kebangsaan, sehingga sikap kritisnya berintegritas,” tegasnya di Rumah Makan Aldila Kabupaten Kendal, Sabtu (20/6/2026).

Dalam Sosialisasi Hasil Keputusan MPR RI bertemakan, “Pancasila Falsafah Hidup Bernegara Landasan Bagi Gerakan Mahasiswa” itu, Jamal juga mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai Pancasila, hukum, dan etika demokrasi. “Kritik yang disampaikan mahasiswa hendaknya bertujuan untuk memberikan solusi dan perbaikan, bukan sekadar menimbulkan konflik atau memperuncing perbedaan yang ada di tengah masyarakat,” ingat artis pelantum lagu ‘Topi Sarjana’ tersebut.

Dalam perkembangan kehidupan demokrasi saat ini, Jamal Mirdad menyoroti adanya sejumlah fenomena yang menunjukkan pergeseran makna gerakan mahasiswa. Beberapa aksi demonstrasi yang pada awalnya bertujuan menyampaikan aspirasi terkadang berkembang menjadi tindakan yang kurang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan, seperti intimidasi, pemaksaan kehendak, hingga tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Ia mencontohkan adanya aksi-aksi yang berujung pada perusakan fasilitas publik, bentrokan dengan aparat keamanan, maupun tindakan provokatif yang memicu ketegangan sosial, “Dan yang terakhir pembubaran diskusi akademik di kampus UGM oleh mahasiswa. Kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat demokrasi yang mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak-hak pihak lain,” keluhnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi tersebut menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu membedakan antara sikap kritis dan sikap arogan. Sikap kritis lahir dari argumentasi yang kuat, data yang akurat, serta niat untuk memperbaiki keadaan. Sebaliknya, arogansi muncul ketika perbedaan pendapat dihadapi dengan kemarahan, tekanan, atau tindakan yang mengabaikan etika dan norma yang berlaku.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, mahasiswa juga dituntut untuk lebih bijak dalam menyampaikan pandangan. “Kemudahan akses informasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat literasi, memperluas wawasan, dan membangun budaya diskusi yang sehat. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor penyebaran informasi yang benar serta mampu menangkal berbagai bentuk disinformasi yang dapat memecah persatuan bangsa,” urainya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Hasil Keputusan MPR RI ini, Jamal Mirdad berharap akan lahir generasi mahasiswa yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, serta teguh memegang nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, gerakan mahasiswa akan tetap menjadi kekuatan perubahan yang berintegritas, menjunjung tinggi demokrasi yang beradab, serta berkontribusi nyata dalam menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia. (zak/gha)

Komentar

Komentar

Check Also

Nuroji: Pancasila Tegaskan, Kedaulatan Tertinggi Di Tangan Rakyat!

Bidik.co — Depok — Bangsa Indonesia dalam sejarahnya, disusun oleh berbagai komponen masyarakat, dengan perbedaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.