Bidik.co – Bogor — Peran wanita cukup strategis dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui sektor wirausaha. Karena wanita memiliki kreativitas, ketangguhan, dan bakat multi talenta.
“Pentingnya peran wanita dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui sektor wirausaha. Karena wanita memiliki kreativitas, ketangguhan, dan bakat multi talenta yang menjadi modal besar dalam menggerakkan roda ekonomi keluarga,” tutur Ketua Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Wanita Islam, Husna dalam sambutan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Wirausaha Pemula bertema “Cuan dalam Genggaman,” di Bogor, Ahad 5 Oktober 2025.
Menurut Husna, strategisnya wanita itu menjadikan cuan dalam genggaman wanita. “Peran ini sangat strategis, terutama untuk memastikan kebutuhan keluarga tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi. Karena itu sudah dapat dipastikan cuan telah ada pada genggaman wanita,” tegasnya.
Bimtek yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Wanita Islam bekerjasama dengan Bank Indonesia ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi perempuan wirausaha pemula untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus motivasi dalam mengembangkan usaha. “Dengan demikian, kaum wanita bukan hanya berperan sebagai pengatur rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang mampu memberi dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu pembicara kedua, Verifikatur pada Lembaga Pendamping Proses Produk Halal Wanita Islam (LP3H WI), Sani Arafah mencoba memetakan potensi usaha yang bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar kita. “Produk dan segmen pasar bisa kita petakan dengan memanfaatkan data yang sudah ada. Misalnya, seberapa banyak nomor kontak di ponsel, grup-grup WhatsApp yang diikuti, hingga jumlah pengikut di media sosial. Dari situ kita bisa melihat kecenderungan minat, usia, dan jenis kelamin audiens. Semua itu menjadi modal dasar yang kuat untuk memulai usaha,” jelasnya.
Menurutnya, langkah sederhana ini diyakini mampu membantu wirausaha pemula lebih terarah dalam menentukan produk, target pasar, hingga strategi pemasaran. “Dengan pemetaan yang tepat sejak awal, para calon pelaku usaha, khususnya perempuan, dapat membangun bisnis yang lebih efektif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara narasumber terakhir Social Media Marketing Specialist, Mohammad Haidir Alfarabi memaparkan mengenai strategi pemasaran untuk UMKM. Menurutnya, pentingnya memahami perbedaan antara branding, marketing, dan selling.
“Branding berfokus pada bagaimana sebuah usaha ingin dikenal oleh masyarakat, marketing adalah upaya mengenalkan produk atau jasa kepada publik, sementara selling adalah ajakan langsung agar konsumen melakukan pembelian,” urai Haidir.
Haidir juga menjelaskan berbagai pendekatan pemasaran, baik digital maupun offline. Untuk pemasaran digital, pelaku UMKM dapat memanfaatkan iklan berbayar seperti Google Ads, YouTube, hingga media sosial seperti Facebook dan TikTok.
“Selain itu, strategi gratis juga bisa dilakukan, misalnya dengan membuat konten kreatif, memanfaatkan UGC (user generated content), hingga optimasi SEO. Tidak kalah penting, hubungan dengan konsumen dapat diperkuat melalui customer relationship management seperti chat WhatsApp, email, maupun notifikasi aplikasi,” jelasnya.
Haidir juga menekankan bahwa kunci sukses terletak pada pembuatan konten yang edukatif, engaging, dan inspiratif. “Tiga sampai lima detik pertama dari konten adalah bagian terpenting untuk menarik perhatian audiens,” jelasnya. Dengan strategi yang tepat, UMKM tidak hanya dapat memperluas jangkauan pasar tetapi juga membangun citra merek yang kuat di tengah persaingan. (is/san)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker