Bidik.co — Kabupaten Kendal — Bencana alam merupakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan alam yang ekstrem, sering kali membawa dampak besar bagi manusia, lingkungan, dan ekosistem. Bencana ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau sebagai akibat dari faktor alam yang berkembang dalam jangka waktu tertentu. Begitu juga bencana yang terjadi terhadap tiga provinsi di Sumatera; Aceh, Sumut, dan Sumbar.
“Bencana alam merupakan bagian dari kehidupan yang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa dikurangi dengan persiapan yang matang. Dengan meningkatkan kesadaran, menjaga lingkungan, dan selalu waspada, kita bisa lebih siap menghadapi bencana dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar kita. Dan ini harus menjadi tanggung jawab dan sinergi antaretnis dan agama, dari berbagai latar belakang bersatu padu dalam respons bencana,” kata Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Jamal Mirdad.
Dalam sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI di Kabupaten Kendal, Sabtu (13/12/2025) malam itu, mengangkat tema, “Sinergi AntarEtnis dan Agama dalam Upaya Penanggulangan Bencana: Praktik Nyata Bhinneka Tunggal Ika.”
Dalam sosialisasi tersebut, Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I itu, menekankan bahwa keberagaman etnis dan agama di Indonesia bukan hanya kekayaan budaya, tapi juga kekuatan strategis dalam membangun ketangguhan bangsa, terutama di bidang penanggulangan bencana alam. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan bersama dalam bersinergi dan berkolaborasi saat bencana melanda.
“Indonesia yang beraneka ragam harus terus menunjukkan contoh nyata bahwa meskipun berbeda, kita satu kesatuan yang solid. Dalam penanggulangan bencana, sinergi antaretnis dan agama adalah praktik terbaik dari Bhinneka Tunggal Ika yang harus kita pelihara dan kembangkan,” ujar Jamal.
Ia mengingatkan untuk memahami penyebab, dampak, dan cara menghadapinya sangat penting untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan. “Maka penting untuk memahami penyebab, dampak, dan cara menghadapinya sangat penting untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan,” harap Jamal.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh tokoh lintas agama, perwakilan komunitas etnis, aparat pemerintah daerah, serta aktivis kemanusiaan yang aktif dalam mitigasi dan respons bencana. Diskusi dan dialog interaktif berlangsung untuk memperkuat semangat solidaritas dan kerja sama lintas komunitas.
Salah seorang tokoh agama, Ustadz Karim, menyampaikan, “Sosialisasi ini mengingatkan kami untuk senantiasa membuka ruang kerja sama antar umat beragama dalam membantu korban bencana, tanpa melihat perbedaan, hanya melihat kemanusiaan.”
Sedangkan Maria, perwakilan komunitas etnis, menambahkan, “Melalui kegiatan ini kami semakin percaya bahwa meski berasal dari latar belakang berbeda, kita bisa bersatu padu dalam aksi nyata yang membawa manfaat besar bagi masyarakat terdampak bencana.”
Jamal Mirdad berharap kegiatan ini dapat memperkuat nilai kebangsaan yang memadukan keragaman budaya dan agama sebagai modal sosial utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana yang efektif dan menyeluruh. (may/is)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker