Home / Politik / Jamal Mirdad: Pancasila Jadi Falsafat Untuk Bangun Kepekaan Sosial dan Budaya Sadar Bencana

Jamal Mirdad: Pancasila Jadi Falsafat Untuk Bangun Kepekaan Sosial dan Budaya Sadar Bencana

Bidik.co — Kabupaten Kendal — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai GERINDRA, Jamal Mirdad menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral dan filosofis dalam membangun kepekaan sosial dan budaya sadar bencana. Ia menekankan bahwa Pancasila mengajarkan sikap saling peduli, gotong-royong, dan tanggung jawab kolektif sebagai ciri khas masyarakat Indonesia yang harus terus diterapkan.

“Bencana alam tidak hanya menghadirkan kerugian fisik, tapi juga menguji solidaritas dan kepekaan sosial kita. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi yang menguatkan kita agar selalu sigap membantu sesama tanpa membedakan latar belakang,” ujar Jamal.

Selanjutnya anggota dewan dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I ini menjelaskan, bagaimana Pancasila mengajarkan untuk menghadapi bencana, yaitu dengan melakukan pencegahan atau mitigasi. Mendorong kesadaran menjaga lingkungan berupa reboisasi, pengelolaan sampah, yang merupakan implementasi sila ke-2, kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila ke-5, keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, serta edukasi kebencanaan sebagai wujud kesiapsiagaan.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah sikap tanggap darurat. Mengerahkan aksi kemanusiaan sebagai wujud sila ke-2 dan gotong-royong sebagai wujud sila ke-3, untuk merespons langsung korban. Kemudian pemulihan. Dengan membangun kembali semangat persatuan sebagai wujud sila ke-3 dan keadilan sebagai wujud sila ke-5, agar semua warga pulih bersama,” terang Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi ini.

Dengan demikian, lanjut Jamal, Pancasila tidak hanya panduan ideologi, tetapi juga fondasi moral yang menggerakkan kepedulian nyata dalam menghadapi ancaman dan dampak bencana alam.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan interaktif, melibatkan sesi diskusi, pemaparan materi, serta sharing pengalaman langsung dari para relawan dan tokoh masyarakat yang aktif menangani bencana. Peserta diajak untuk menggali lebih dalam bagaimana mengintegrasikan nilai keadilan sosial, kemanusiaan yang beradab, serta persatuan dalam upaya mitigasi dan tanggap darurat di tingkat komunitas.

Rina, seorang relawan kemanusiaan, menyampaikan pengalamannya, “Melalui kegiatan ini, saya semakin paham betapa pentingnya membangun budaya sadar bencana berbasis nilai Pancasila. Ini bukan sekadar teori, tapi panduan praktis bagaimana kita bisa bersatu dan tanggap membantu warga yang terdampak bencana.”

Selain itu, hadir pula perwakilan pelaku UMKM yang menyatakan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam mendukung pemulihan ekonomi komunitas pasca bencana. “Pancasila mengingatkan kami untuk tetap peduli dan solid, terutama saat kondisi sulit,” ujar Agus, pengusaha UMKM lokal.

Acara sosialisasi juga menampilkan simulasi kesiapsiagaan bencana yang mengajak masyarakat belajar praktek-praktek tanggap darurat dan mitigasi secara langsung. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat budaya sadar bencana yang bukan hanya bersifat konseptual, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Jamal Mirdad berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kepekaan sosial dan budaya sadar bencana bukan sekadar kewajiban moral, melainkan kunci utama menjaga keselamatan dan ketangguhan bangsa. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk terus mengokohkan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan dalam menghadapi ancaman bencana alam yang semakin kompleks. (may/is)

Komentar

Komentar

Check Also

Nuroji: Pancasila Tegaskan, Kedaulatan Tertinggi Di Tangan Rakyat!

Bidik.co — Depok — Bangsa Indonesia dalam sejarahnya, disusun oleh berbagai komponen masyarakat, dengan perbedaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.