Home / Tekno / Steve Chen, Pendiri YouTube

Steve Chen, Pendiri YouTube

Bidik.co — Ada banyak orang yang saat ini menggunakan Youtube sebagai hiburan atau bahkan menghasilkan uang. Lewat situs ini, Anda dapat melihat video clips, TV show clips, music videos, film pendek, rekaman audio, movie trailers, video blog, dan lainnya dibagikan kepada seluruh pengguna Youtube di berbagai belahan dunia. Di balik besarnya platform streaming video ini ada imigran asal Taiwan, Steve Chen.

Kisah sukses Steve Chen menarik untuk di simak dan dijadikan contoh dalam hidup. Ia mampu mengembangkan platform digital yang kini mendunia.

Karir bisnis

Sebelum mendirikan Youtube, Chen memulai karirnya di perusahaan keuangan Industri PayPal yang berfungsi sebagai gateway pembayaran online. Dia juga merupakan salah satu karyawan awal di Facebook, situs media sosial nomor satu. Dia meninggalkan Facebook setelah bekerja di sana selama beberapa bulan karena lebih tertarik untuk memulai usahanya sendiri.

Pada 2005, Steve bersama Chad Hurley dan Jawed Karim mendirikan situs web streaming video online YouTube. Posisinya di perusahaan adalah sebagai chief technical officer. Satu tahun kemudian, tiga mitra YouTube menjual saham mereka di perusahaan itu ke Google, Inc. seharga USD 1,65 miliar.

Steve Chen dikenal memiliki banyak investasi pribadi dalam berbagai usaha. Beberapa dari usaha tersebut adalah HonestBee, Drama Fever, Spool, Wish, Road hero dan lainnya. Ia juga dikenal sebagai salah satu pengusaha strategis.

Setelah penjualan YouTube Google, saham yang diterimanya dari Google disebut memiliki nilai USD 26 juta setelah setahun sejak dia mengakuisisi saham tersebut.

Berkat kesuksesannya itu, ia masuk dalam daftar salah satu dari 15 Ilmuwan Asia yang berpengaruh dalam majalah Asian Scientists To Watch by the Asian Scientists Magazine. Dia juga telah memenangkan Vanguard Award pada tahun 2008 bersama dengan pasangannya Chad Hurley. Chen juga dinominasikan sebagai salah satu dari 50 people who matter now” in business by the magazine 2.0.

Siapa Steve Chen?

Steven Shih “Steve” Chen atau Steve Chen lahir pada 25 Agustus 1978, Taipei, Taiwan, merupakan keturunan Taiwan-Amerika yang sukses menjadi salah seorang wirausaha dalam bidang internet melalui situs yang didirikannya yaitu Youtube. Ia berimigrasi ke Amerika Serikat ketika ia berusia 15.

Kemudian melanjutkan pendidikannya pada John Hersey High School lantas berlanjut  ke Illinois Math and Science Academy, hingga setelah lulus dari University of Illinois di Urbana-Champaign.

Chen menikah dengan Park Ji-hyun (sekarang Jamie Chen), manajer pemasaran produk Google Korea, pada tahun 2009. Mereka tinggal di San Francisco dan memiliki seorang putra yang lahir bulan Juli 2010. Keluarga Chen adalah pendukung Asian Art Museum of San Francisco dan Jamie ditunjuk sebagai anggota dewan kepercayaan pada bulan Juli 2012.

Awal Youtube Didirikan

Ketika eBay membeli PayPal sebesar USD1,54 miliar, karyawan PayPal memperoleh bonus yang tidak sedikit. Kesempatan ini digunakan oleh Chad Hurley dan Steve Chen untuk menggunakan bonus tersebut sebagai modal untuk mendirikan mimpi mereka berdua.

Ide pendirian YouTube bermula dari sebuah acara pesta makan malam di San Fransisco, dimana Chen dan Hurley merekam acara tersebut dan berniat membagikannya kepada teman-teman yang lain. Namun ternyata ukuran file tersebut terlalu besar untuk dikirimkan via email, sehingga mereka kesal dan memikirkan cara untuk berbagi video dengan mudah.

Peristiwa itu mendorong, Hurley dan Chen bekerja sama dengan Jawed Karim untuk merealisasikan mimpi mereka membuat situs yang memudahkan penggunanya dalam mengunggah dan menonton berbagai video di seluruh dunia yang kini disebut YouTube. Sementara untuk logo YouTube dirancang oleh Chad yang sekaligus memegang peran sebagai CEO, sedangkan Chen bertugas di bagian teknis dan memegang peran sebagai CTO (Chief Technology Officer) dan Karim membantu bagian teknis sambil melanjutkan studinya.

Sukses Youtube

Chen mengatakan, saat ia masih kecil ibunya membawanya ke peramal yang mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjadi kaya, namun ia membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras, Chen dapat mematahkan ramalan tersebut.

Setelah lulus kuliah, Chen kemudian bekerja di PayPal. Dia bertemu dengan rekan kerjanya di PayPal, yaitu Chad Hurley dan Jawed Karim dan kemudian bekerja sama dalam mendirikan situs Youtube.

Chen sempat bekerja sebagai senior engineer di Facebook, namun memutuskan untuk berhenti dan fokus dalam pengembangan situs berbagi video yang sedang ia bangun bersama kedua rekannya.

Kisah sukses Steve Chen berlanjut pada November 2005, Sequioa Capital menyuntikkan dana senilai USD11,5 juta untuk pengembangan Youtube lebih lanjut. Situs ini kemudian mulai terlihat perkembangannya pada Juli 2006, dimana lebih dari 65.000 video diunggah setiap harinya dengan jumlah views mencapai 100 juta per harinya.

Pada bulan Juni 2006, Chen telah sukses dalam dunia bisnis internet dan oleh Bisnis 2.0 ia dinobatkan sebagai salah satu dari “50 orang yang berpengaruh saat ini”. Hingga kemudian situs ini menarik pihak Google untuk membelinya pada November 2006.

Setelah Google membeli Youtube dengan nilai yang fantastis, Chen memperoleh 625.366 lembar saham ditambah 68.721 dalam bentuk trust dengan nilai total mencapai lebih dari 326 juta dollar.

Majalah Forbes pernah mengestimasikan pendapatan Youtube dan dalam salah satu artikelnya mengungkapkan bahwa pada tahun 2008 Youtube memperoleh hingga USD200 juta dari advertising.

Chen juga dinobatkan sebagai salah satu dari 15 ilmuwan Asia To Watch oleh Majalah Scientist Asia pada tanggal 15 Mei 2011.

Data terakhir menunjukkan bahwa pada Januari 2012, Youtube telah mencapai 4 miliar kunjungan per hari.

Chen dan Chad Hurley juga memulai sistem avos yang telah mengakuisisi delicious dari Yahoo! Inc.

Itulah kisah sukses Steve Chen membuktikan bahwa diri kita sendiri adalah kunci dari kesuksesan kita. Karena itu, ia mampu mengejar mimpinya menjadi seorang pendiri salah satu website terbesar di dunia. Ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya yang sudah cukup mapan, untuk memulai sesuatu dari nol yang awalnya tidak menjanjikan apapun, namun ternyata kesungguhannya membuahkan hasil yang luar biasa. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Twitter Bakal Hapus Batasan 140 Karakter Untuk DM

bidik.co – Twitter bakal menghapuskan batasan 140 karakter untuk fitur DM mulai Juli mendatang, dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.