Home / Pendidikan / Muhammad Rofiqi: Cegah Bullying, Tanamkan Nilai-nilai Hak Asasi Manusia Sejak Dini

Muhammad Rofiqi: Cegah Bullying, Tanamkan Nilai-nilai Hak Asasi Manusia Sejak Dini

Bidik.co — Banjar — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Muhammad Rofiqi menegaskan, penanaman nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) sejak dini akan mampu mencegah bullying atau perundungan di kalangan pelajar.

Hal itu disampaikannya sebagai bentuk keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus perundungan atau bullying yang marak terjadi baik di lingkungan sekolah maupun dunia digital. Menurutnya, perilaku tersebut muncul karena anak-anak belum sepenuhnya memahami pentingnya menghormati hak dan martabat orang lain.

“Kasus bullying bukan sekadar kenakalan biasa, tetapi bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Anak-anak yang melakukan perundungan sering kali tidak memahami bahwa setiap manusia memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan adil,” ujar Rofiqi di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari guru, orang tua, dan pelajar dalam Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI yang digelar di Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan, pendidikan HAM tidak bisa hanya diberikan di sekolah, tetapi harus dimulai dari rumah, karena keluarga merupakan tempat pertama anak belajar tentang nilai kemanusiaan, empati, dan toleransi. Orang tua, kata Rofiqi, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beradab dan menghargai sesama.

“Anak-anak meniru perilaku orang tuanya. Jika di rumah mereka diajarkan untuk saling menghormati, mendengarkan, dan tidak melakukan kekerasan, maka di luar rumah mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai hak orang lain,” jelasnya.

Politisi muda asal Kalimantan Selatan ini juga menyoroti peran teknologi dalam memperluas bentuk-bentuk baru perundungan, seperti cyberbullying di media sosial. Menurutnya, literasi digital yang lemah dapat membuat anak-anak mudah terjebak dalam perilaku tidak etis secara daring.

“Perundungan di dunia maya bisa lebih berbahaya daripada kekerasan fisik, karena dampaknya bisa berlangsung lama dan menyakiti mental korban. Karena itu, kita perlu mendidik anak-anak agar bijak bermedia sosial, menghormati privasi, dan tidak menyebarkan kebencian,” tegas Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan ini.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Muhammad Rofiqi juga mengaitkan pentingnya penghormatan terhadap HAM dengan Hasil-hasil Ketetapan MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebenarnya sudah mengandung ajaran tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, adalah dasar moral kita sebagai bangsa. Jika nilai itu benar-benar diterapkan dalam kehidupan keluarga dan pendidikan anak, maka perilaku bullying tidak akan mendapat tempat di masyarakat,” katanya.

Dalam kegiata yang bertemakan, “Mencegah Bullying dengan Menanamkan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Sejak Dini” itu, juga diisi dengan dialog interaktif, diskusi kelompok, serta pemutaran video edukasi mengenai pentingnya menghormati perbedaan dan hak orang lain. Para peserta, terutama para orang tua, menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman praktis tentang cara menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada anak-anak.

Salah satu peserta, seorang guru sekolah dasar, mengungkapkan bahwa fenomena bullying memang sering terjadi di sekolah dan sangat memerlukan pendekatan pendidikan karakter berbasis HAM. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak perlu tahu bahwa mengejek, memukul, atau mempermalukan orang lain itu bukan hal sepele, itu pelanggaran terhadap hak orang lain,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Rofiqi mengajak seluruh lapisan masyarakat mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah untuk bersinergi dalam mencegah kasus bullying dan kekerasan terhadap anak. Ia juga menegaskan bahwa sosialisasi tentang HAM harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.

“Membangun generasi yang beradab dan berempati dimulai dari hal sederhana: mengajarkan anak untuk menghargai hak orang lain. Dari situlah bangsa ini akan tumbuh menjadi bangsa yang benar-benar menjunjung tinggi kemanusiaan,” tutupnya. (gin/is)

 

 

Komentar

Komentar

Check Also

Muhammad Rofiqi: Ibu Duduki Peran Strategis Tanamkan Nilai Kebangsaan Pada Generasi Muda

Bidik.co — Banjar – Peran ibu sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.