Bidik.co — Banjar — Pemeliharaan nilai-nilai Pancasila dalam upaya integrasi bangsa sangat strategis dalam menghadapi tantangan modernisasi, seperti globalisasi, digitalisasi, dan isu-isu pembangunan berkelanjutan.
“Misalnya, ketetapan yang menyuarakan pentingnya menjaga kebhinnekaan sebagai modal utama persatuan bangsa. Karena persoalan modernisasi, seperti globalisasi, digitalisasi, dan isu-isu pembangunan berkelanjutan perlu menjadi perhatian agar integrasi bangsa tetap terwujud,” tegas Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Muhammad Rofiqi dalam Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI di Gedung Serbaguna Indrasari, Kec. Martapura, Kab. Banjar, Prov. Kalimantan Selatan, Rabu (19/11/2025).
Karena itu, menurut putra asli Martapura itu, masyarakat perlu diajak merenungkan bagaimana nilai-nilai tersebut mesti diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga kerukunan antarsuku, agama, dan budaya di Kalimantan Selatan yang kaya keberagaman.
Atas dasar pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila, Rofiqi mengingatkan betapa relevannya setiap warga negara memahami peran MPR sebagai lembaga yang merumuskan ketetapan untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai pedoman dalam melaksanakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“MPR bukan hanya sebuah institusi yang menghasilkan ketetapan di masa lalu. Ketetapan-ketetapan tersebut adalah kompas yang selalu relevan, untuk menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia yang berkeadilan,” ujarnya.
Terkait pembangunan berkelanjutan, Rofiqi mengingatkan bahwa ketetapan terkait pembangunan berkelanjutan yang menuntut pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, terutama mengingat Kalimantan Selatan memiliki potensi alam yang besar tetapi juga rentan terhadap eksploitasi dan kerusakan lingkungan.
“Ketetapan MPR mengandung pesan yang kuat agar pembangunan di daerah ini berjalan seimbang, tidak hanya mengejar kemajuan ekonomi, tapi juga menjamin kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Sosialisasi yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan dan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) itu, mengangkat tema “Ketetapan MPR Sebagai Pilar Keutuhan Bangsa dan Pilar Pembangunan Berkelanjutan di Era Digital.”
Kegitana Anggota MPR RI yang juga Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan ini diikuti oleh beragam kalangan masyarakat, mulai dari tokoh adat, mahasiswa, pelajar, hingga unsur pemerintahan lokal. Mereka secara aktif mendengarkan paparan mendalam dari politisi asal Martapura ini mengenai berbagai ketetapan MPR yang hingga kini memiliki nilai relevansi kuat dalam menjawab tantangan zaman.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta berbagi pengalaman dan mengungkapkan harapan mereka terkait peran DPR RI dalam mengawal ketetapan MPR agar benar-benar terwujud dalam kebijakan konkret di tingkat daerah dan nasional. Beberapa peserta mengusulkan agar edukasi tentang ketetapan MPR lebih gencar disampaikan ke kalangan pemuda dan melalui media digital agar pesan kebangsaan semakin melekat.
Di akhir acara, Rofiqi menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat Kalimantan Selatan ke DPR RI sambil terus mengedepankan ketetapan MPR sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan. Ia berpesan agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan, mengokohkan nilai-nilai Pancasila, dan mendukung pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membumikan ketetapan MPR di tengah masyarakat luas, khususnya di wilayah yang sarat dengan potensi dan tantangan seperti Kalimantan Selatan. Semangat kebangsaan yang dibangun melalui sosialisasi ini diharapkan mampu memupuk kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan NKRI dan kemajuan bangsa secara berkelanjutan. (gin/gha)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker