Wednesday , September 23 2026
Home / Politik / Nuroji Tegaskan Musyawarah Sebagai Jiwa Demokrasi Bangsa Indonesia

Nuroji Tegaskan Musyawarah Sebagai Jiwa Demokrasi Bangsa Indonesia

Bidik.co — Depok — Demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada mekanisme pemilihan, tetapi pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk bermusyawarah dan mencari mufakat demi kepentingan bersama.

Prinsip ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI yang menghadirkan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Nuroji, dengan tema “Menghidupkan Sila Keempat Pancasila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, di Depok, Jawa Barat, dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, serta pelajar dari berbagai sekolah dan organisasi kepemudaan. Suasana penuh antusiasme menandai semangat partisipasi aktif warga dalam memahami nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.

Dalam paparannya, Nuroji menekankan bahwa sila keempat dari Pancasila merupakan fondasi demokrasi Indonesia yang menempatkan musyawarah sebagai cara utama pengambilan keputusan. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara, terutama generasi muda, memiliki hak dan tanggung jawab untuk terlibat dalam proses permusyawaratan.

“Demokrasi kita bukan demokrasi yang hanya mengandalkan suara terbanyak, melainkan demokrasi yang dilandasi hikmat kebijaksanaan. Musyawarah harus menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Nuroji.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menumbuhkan budaya dialog yang sehat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Banyak perbedaan pendapat yang justru berujung pada konflik karena minimnya kesediaan untuk saling mendengarkan dan mencari titik temu.

“Pemuda dan pelajar harus menjadi pelopor budaya musyawarah. Jangan sampai perbedaan pendapat mengubah kita menjadi saling menjatuhkan. Hikmat kebijaksanaan menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok,” tutur Nuroji di hadapan para peserta.

Ia juga mengaitkan nilai sila keempat dengan semangat gotong-royong dan persatuan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari di Depok yang heterogen, kemampuan bermusyawarah menjadi kunci menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat kohesi masyarakat.

Peserta kegiatan mendapatkan pemahaman mengenai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan. Nuroji menekankan bahwa sila keempat memiliki relevansi kuat dalam membangun kesadaran berdemokrasi yang beradab.

“Melalui musyawarah, kita belajar menghargai perbedaan dan mencari solusi terbaik. Inilah bentuk nyata penerapan sila keempat yang harus terus digelorakan, terutama di kalangan generasi muda yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI ini diharapkan menjadi ruang dialog yang memperkaya wawasan masyarakat Depok tentang pentingnya permusyawaratan dalam kehidupan berbangsa. Dengan hadirnya tokoh masyarakat, pemuda, dan pelajar, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam mengambil keputusan bersama demi kemajuan daerah dan negara. (gha/sar)

Komentar

Komentar

Check Also

Muhammad Rofiqi: Masyarakat Perlu Perkuat Wawasan Kebangsaan

Bidik.co — Kabupaten Banjar  – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI),  Muhammad Rofiqi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.