Bidik.co — Banjar – Peran ibu sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini kepada generasi muda. Strategisnya peran ibu karena posisinya keseharian dalam membentuk pola pikir, sikap, dan kepribadian dimulai dari masa kanak-kanak.
“Di dalam keluarga, ibu berperan sangat penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan kepribadian anak. Di situlah penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini kepada generasi muda dimulai,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Muhammad Rofiqi dalam Sosialisasi Hasil-Hasil Ketetapan MPR RI, di Gedung Olah Raga Desa Surya Citra Banua Anyar, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Jumat (28/11/2025).
Dalam paparannya, Muhammad Rofiqi menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Di dalam keluarga, ibu berperan sangat penting dalam membentuk pola pikir, sikap, dan kepribadian anak.
Rofiqi menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan era digital. Maraknya hoaks dan informasi negatif dapat melemahkan nilai kebangsaan jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, ia mendorong ibu-ibu untuk menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi serta membimbing anak-anak agar cerdas dan selektif dalam menggunakan teknologi.
“Saya meyakini pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan era digital. Maraknya hoaks dan informasi negatif dapat melemahkan nilai kebangsaan jika tidak disikapi dengan bijak. Karena itu saya meminta kepada ibu-ibu untuk menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi serta membimbing anak-anak agar cerdas dan selektif dalam menggunakan teknologi,” tegasnya sembari berharap.
Selain itu Rofiqi menjelaskan bahwa Hasil-Hasil Ketetapan MPR RI bukan sekadar dokumen kelembagaan negara, melainkan juga panduan moral dan kebangsaan yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai Pancasila, rasa persatuan, semangat gotong royong, serta komitmen menjaga keutuhan NKRI perlu ditanamkan secara konsisten melalui pendidikan keluarga. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki keunggulan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, toleran, dan berkarakter,” jelas Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, hak asasi manusia, dan keamanan itu.
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Ibu Sebagai Pilar Kebangsaan: Sosialisasi Hasil-Hasil Ketetapan MPR RI Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan di Keluarga” ini, mampu memantik antusiasme peserta, terlihat dalam sesi dialog yang diikuti ratusan peserta yang mayoritas merupakan kaum ibu-ibu berlangsung dinamis dan hangat.
Para ibu aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai cara mereka menanamkan nilai kebangsaan kepada anak-anak. Banyak dari mereka mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengetahuan baru sekaligus memperkuat peran ibu dalam keluarga.
Di akhir kegiatan, Rofiqi berharap sosialisasi ini dapat membangkitkan kesadaran kolektif bahwa membangun karakter bangsa dimulai dari rumah. Melalui peran ibu yang kuat dan berpengetahuan, nilai-nilai kebangsaan diyakini akan terus hidup dan menjadi fondasi bagi generasi Indonesia yang lebih berintegritas, berdaya saing, dan mencintai tanah air.
“Karenanya, melalui peran ibu yang kuat dan berpengetahuan, nilai-nilai kebangsaan diyakini akan terus hidup dan menjadi fondasi bagi generasi Indonesia yang lebih berintegritas, berdaya saing, dan mencintai tanah air,” pungkasnya. (gin/is)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker