Bidik.co — Depok — Pemahaman nilai-nilai Pancasila bagi pelajar, mahasiswa, dan pemuda adalah hal yang penting, karena mereka sebagai generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah tantangan globalisasi menuntutnya untuk memiliki pijakan yang kuat pada jati diri bangsa.
“Pelajar, mahasiswa, dan pemuda harus memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sesuai kepribadian bangsa Indonesia. Di tengah arus globalisasi saat ini, sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI menjadi sangat penting,” ujar Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Nuroji.
Menurut Nuroji, MPR RI memiliki tanggung jawab untuk memasyarakatkan Hasil-hasil Keputusan MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode, seperti ceramah, lomba cerdas cermat, serta pagelaran seni dan budaya.
Anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan jaminan sosial itu, menyoroti bahwa Indonesia, dengan lebih dari 282 juta penduduk, 1.340 suku, 733 bahasa daerah, enam agama, dan puluhan aliran kepercayaan, merupakan bangsa yang sangat heterogen sehingga rawan terhadap potensi perpecahan.
“Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI ini penting untuk memperkokoh semangat kebangsaan terutama di kalangan generasi muda. Fakta sosiologis menunjukkan bahwa keberagaman kita harus dijaga dengan fondasi nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” tegas Nuroji dalam Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI, di Depok, Senin (8/12/2025).
Melalui kegiatan ini, Nuroji berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Pentingnya pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara,” katanya.
Dalam sosialisasi yang bertemakan, “Penguatan Hasil-hasil Keputusan MPR RI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” itu, tantangan kebangsaan yang paling krusial adalah terkait etika kehidupan berbangsa yang muncul dari dalam maupun dari luar. Terkait etika internal adalah kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa dan terakhir tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.
“Sementara untuk yang eksternal ada dua yakni globalisasi. Pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antarbangsa yang semakin tajam. Kapitalisme, dimana makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional,” tandas Nuroji.
Adanya tantangan tersebut, Nuroji berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Keputusan-keputusan MPR tersebut akan bermanfaat dan dapat disampaikan minimal di lingkungan masyarakat sekitarnya. (is/ir)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker