Home / Politik / Difriadi Drajat: Jangan Jadikan Pancasila Sebagai Alat Kepentingan Kekuasaan!

Difriadi Drajat: Jangan Jadikan Pancasila Sebagai Alat Kepentingan Kekuasaan!

Bidik.co — Kemajemukan yang dimiliki Bangsa Indonesia, seperti adanya berbagai suku, budaya, dan latar belakang sejarah, membutuhkan kearifan dari masyarakat dan tokoh-tokohnya. Akan tetapi, keadaan saat ini sepertinya tidak tercermin dalam kehidupan bermasyarakat. Dari keadaan tersebut terbersit pertanyaan, sebenarnya ada apa dengan masyarakat kita?

“Pertanyaan ini mengelitik jiwa saya untuk mencari jawaban, hingga pada akhirnya menurut saya yang menjadi akar masalah adalah mulai lunturnya pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi dan tuntunan bernegara di Indonesia,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Difriadi Drajat, yang lebih dikenal dengan Difri.

Sejauh ini, lanjut Difri, terlihat Pancasila digunakan sebagai alat kepentingan dan kekuasaan, bukan menjadikan Pancasila sebagai alat untuk mempersatukan dan mensejahterakan rakyat.

“Bahkan ada sebagian golongan menganggap Pancasila bertentangan dengan Islam, kita paham bahwa Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh rakyat Indonesia, tentu saja sangat jauh jika Pancasila bertentangan dengan ajaran Islam.” tandas Difri.

Jika merujuk pada Al Quran Surat Al-Ikhlas ayat pertama mengatakan “Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa”, ayat ini bersesuaian dengan sila pertama Pancasila, yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pada sila kedua Pancasila berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” juga sesuai dengan surah An-Nisa ayat 135, yang berbunyi “Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, hendaklah kamu jadi manusia yang adil”, dan banyak lagi dalil Al Quran yang sesuai dengan butir-butir Pancasila. Hal ini membuktikan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.

“Maka, sangat tidak tepat ketika mengatakan Pancasila itu tidak Islami dan tidak sesuai dengan ajaran Islam karena relasi antara Islam dan Pancasila tidak bisa dipisahkan, karena saling menopang dalam membangun peradaban Indonesia yang sangat majemuk, baik suku, ras, maupun agama,” tutur Anggota Komisi II DPR RI, yang membidangi politik dan pemerintahan ini.

Selanjutnya, Anggota Dewan dari Dapil Kalimantan Selatan II ini menjelaskan, “Pemahaman mengenai berkesesuaian antara Islam dan Pancasila, harus terus digali dan dipahami. Dengan cara demikian, kita bisa menjaga rasa toleransi antarwarga negara,” pungkas Difri dalam Sosialisasi Keputusan MPR, yang diselenggarakan pada hari Senin, 8 Agusus 2022 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (is/may)

Komentar

Komentar

Check Also

Balaguna: Mukota V Kadin Depok Harus Terbuka Dan Jangan Ditutupi

bidik.co —Pengusaha muda dan pelaku UMKM asal Depok Balaguna menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.