Home / Politik / Diingatkan Dalam Rapat, Anggota DPR Malah Pukul Pimpinan Komisi

Diingatkan Dalam Rapat, Anggota DPR Malah Pukul Pimpinan Komisi

bidik.co — Dua anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat terlibat perkelahian seusai rapat kerja dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Kedua anggota Komisi VII DPR itu adalah Mulyadi dari Fraksi Partai Demokrat dan Mustofa Assegaf dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Belum diketahui penyebab keributan si antara keduanya.

Salah seorang saksi mengatakan, keributan kedua orang itu hanya berlangsung singkat. Perkelahian berlangsung di bagian belakang ruang rapat.

Dua anggota polisi langsung turun tangan setelah melihat perkelahian yang terjadi di belakang ruang sidang Komisi VII itu. “Sampai pukul-pukulan, tapi enggak lama,” ujar saksi tersebut.

Tak lama setelah kejadian, satu mobil ambulans didatangkan dan diparkir tak jauh dari ruang Komisi VII. Petugas ambulans terlihat masuk ke ruang sekretariat Komisi VII dengan membawa sejumlah peralatan medis.

“Memar-memar,” kata petugas ambulans itu seusai masuk ke dalam ruang sekretariat. Namun, tidak dijelaskan siapa yang menderita luka memar.

Mulyadi pun menceritakan kronologi kejadian tersebut kepada Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Didik Mukriyanto. Menurut Didik, Mulyadi yang merupakan Wakil Ketua Komisi VII dan pimpinan sidang saat itu mengingatkan Mustofa untuk tidak menggunakan hak bicara terlalu lama. Namun, Mustofa justru tidak memperhatikan batas waktu yang sudah diberikan itu.

“Kemudian diingatkan oleh Pak Mul, lalu terjadi debat,” kata Didik, Rabu (8/4/2015).

Setelah itu, lanjut Didik, Mulyadi pergi ke kamar mandi yang ada di belakang ruang rapat. Mustofa mengikuti langkah Mulyadi. Di sana, perdebatan terjadi lagi. Mulyadi kembali mengingatkan bahwa Mustofa telah melanggar tata tertib karena bicara lebih dari waktu yang ditentukan.

“Tiba-tiba bogem melayang. Pak Mul tidak siap. Ini bukan berantem. Ini sudah temasuk penganiayaan,” ucapnya.

Fraksi Demokrat, kata Didik, mendukung Mulyadi untuk mengambil langkah hukum, baik ke Kepolisian maupun ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

Sementara Juru Bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, sudah meminta maaf atas ulah anggota Fraksi PPP, Mustofa Assegaf, yang berkelahi dengan anggota Fraksi Demokrat, Mulyadi.

“Terlepas apapun penyebab kejadian ini F-PPP minta maaf kepada masyarakat. Ini kejadian memalukan,” kata Arsul saat dihubungi, Rabu (8/4/2015).

Arsul mengatakan, fraksi menyerahkan sepenuhnya Mahkamah Kehormatan Dewan jika memang ada sanksi yang diberikan. Sebab, MKD-lah yang berwenang untuk memberi sanksi terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Anggota DPR.

“Apapun yang dijatuhkan MKD, F-PPP akan hormati dan laksanakan. Kalau sekarang kita kasih sanksi mendahului institusi yang berwenang,” ucapnya.

Asrul menambahkan, selain ke Mahkamah Partai, Mustofa dan Mulyadi yang berkelahi juga nantinya bisa saling menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

“Apapun penyebabnya atau faktor yang men-trigger-nya kita minta maaf. Berantem di DPR itu hanya boleh debat mulut, jangan fisik,” ucapnya. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.