Bidik.co — Banjar — Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan nilai-nilai kebangsaan mutlak diberikan. Pendidikan nilai-nilai kebangsaan itu diberikan sejak awal, sejak usia dini. Langkah itu akan mampu menyangga kehidupan masyarakat Indonesia agar tetap bersatu, untuk menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.
Pernyataan itu disampaikan oleh Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Rofiqi, dalam sambutan Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI. Rofiqi menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, penting dimulai sejak dini kepada anak-anak dan cucu-cucu kita.
“Saya ingin menekankan bahwa pendidikan kebangsaan bukan hanya tugas sekolah atau lembaga formal. Justru yang paling utama adalah peran orang tua. Rumah adalah madrasah pertama, dan orang tua adalah guru utama bagi anak-anak kita,” tuturnya dalam Sosialisasi Hasil-Hasil Ketetapan MPR RI di Gedung Pertemuan Pengirak, Desa Akar Bagantung, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/5/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan peserta yang sebagian besar adalah para orang tua, tokoh masyarakat, dan guru PAUD itu, Rofiqi mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai Pancasila, makna UUD 1945, upaya mencintai NKRI, dan menghargai keberagaman.
“Jika sejak kecil mereka sudah mengenal nilai-nilai Pancasila, memahami makna UUD 1945, mencintai NKRI, dan menghargai keberagaman, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, toleran, dan siap menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Banjar periode 2019–2024 ini.
Selain itu, pelaksanaan pendidikan kebangsaan ini diharapkan bisa dilakukan oleh organisasi-organisasi kepelajaran, yang penyelenggara acara tersebut masih merupakan pelajar aktif di sekolah. Sehingga harapannya mereka juga akan lebih mengerti dan mampu memberikan contoh, yang selanjutnya dapat mengajak teman-teman sebayanya untuk turut andil dalam program pendidikan nilai kebangsaan ini.
“Mereka yang masih merupakan pelajar aktif lebih dekat secara personal dengan sesama pelajar lainnya. Meskipun sekadar teman sekolah dan tidak memiliki hubungan darah, saya rasa mereka pasti memiliki ikatan persaudaraan yang terjalin selama masa sekolah. Sehingga akan menjadi hal yang tidak sulit bagi pelajar organisator untuk mengajak para pelajar untuk mengikuti pendidikian nilai kebangsaan ini,” lanjut Rofiqi.
Dalam sesi diskusi, Rofiqi menekankan bahwa pendidikan nilai kebangsaan tidak harus dilakukan dengan cara formal atau kaku, melainkan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membiasakan anak menghormati perbedaan, menumbuhkan semangat gotong-royong di rumah, hingga mengenalkan lagu-lagu nasional dan cerita-cerita kepahlawanan.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan kegiatan yang komunikatif dan interaktif. Para peserta yang hadir diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan Rofiqi. Bahkan di tengah sesi sempat ada kegiatan anggota majelis ini bersama anak-anak berdialog dan di situlah sesi games bersama anak-anak yang ikut hadir diikutinya oleh Rofiqi.
Beberapa anak mendapat apresiasi atas partisipasinya karena ikut serta dalam games tanya jawab yang dilakukan oleh anggota dewan asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini. Sementara orang tua yang hadir dalam acara tersebut berterima kasih karena merasa terbuka pikirannya tentang pendidikan karakter, yang semestinya dimulai dari keluarga.
“Terima kasih kepada Bapak Rofiqi. Kami sebagai orang tua jadi sadar bahwa membentuk karakter anak harus dimulai dari rumah, dan itu tidak bisa lepas dari nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar negara kita,” ujar Ibu Laila, salah satu peserta.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional kami sebagai wakil rakyat untuk menjaga ideologi bangsa tetap hidup dan mengakar di tengah masyarakat,” tutupnya. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk Indonesia yang lebih damai, maju, dan bersatu dalam keberagaman. (is/gha/gina)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker