Bidik.co — Depok — Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dicanangkan sebagai program besar pembangunan nasional. Melalui kerangaka Sumtrinomics yang berakar pada prinsip pembangunan ekonomi nasional.
“Bukan sebatas program, hal ini juga menjadikannya memiliki perananan besar dengan pemerataan, berupa perluasan pembangunan hingga ke pelosok negeri, mengatur dan memastikan pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional,” tegas Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Nuroji dalam Sosialisasi Hasil Keputusan MPR RI, di Depok, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, MBG bukanlah program yang asal jalan, tetapi telah dirancang sebagai salah satu instrumen strategis untuk menekan angka kemiskinan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah. Bahkan program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dicanangkan sebagai program besar pembangunan presiden kita. Melalui kerangaka Sumtrinomics yang berakar pada prinsip pembangunan ekonomi nasional,” papar Nuroji.
Beberapa waktu berjalannya program MBG, menjadi stimulus pertumbuhan sehingga ekonomi akar rumput menjadi kuat. Dengan tujuan utamanya memberdayakan masyarakat kecil, meningkatkan daya beli, dan memastikan pertumbuhan inklusif.
“Karena itu, dengan berjalannya MBG, stimulus pertumbuhan ekonomi akar rumput menjadi kuat. Tujuan utamanya adalah memberdayakan masyarakat kecil, meningkatkan daya beli, dan memastikan pertumbuhan inklusif,” kata Nuroji meyakinkan.
Program MBG yang diperluas di berbagai wilayah di Indonesia tentu saja akan memberikan pengaruh signifikan dalam perputaran dan pertumbuhan ekonomi. Hal itu terlihat secara jelas, program ini dapat menghidupi berbagai segmen, sehingga dana yang dikeluarkan, kembali lagi ke masyarakat.
“Perluasan MBG di berbagai wilayah di Indonesia memberikan pengaruh signifikan dalam perputaran dan pertumbuhan ekonomi. Tampak secara jelas program ini dapat menghidupi petani, penyedia ligistik lokal, dan UMKM katering, sehingga dana yang dikeluarkan, kembali lagi ke masyarakat,” urai Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan, kesehatan, dan maka bergizi ini.
Menurut Nuroji, pelaksanaan program ini membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga mendorong meningkatnya permintaan terhadap berbagai produk.
“Pelaksanaan program ini membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk pertanian, peternakan, perikanan, serta jasa pengolahan dan distribusi pangan di dalam negeri. Kondisi ini menggerakkan roda perekonomian lokal dan nasional, khususnya pada sektor-sektor penyedia kebutuhan pokok masyarakat,” pungkasnya. (ami/irm)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker