Home / Politik / Pengamat Hukum: Penghentian Penyelidikan Kasus Open House JK Tak Sederhana

Pengamat Hukum: Penghentian Penyelidikan Kasus Open House JK Tak Sederhana

bidik.co — Pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti Yenti Garnasih mengatakan, penghentian penyelidikan yang dilakukan polisi terhadap jatuhnya korban dalam open house di rumah Jusuf Kalla (JK), Selasa (29/7/2014) lalu, tidaklah sesederhana itu.

Menurut dia, jika dihentikan dengan alasan-alasan tersebut maka tidak akan memberikan sebuah pembelajaran. “Tidak semudah itu. Harus dicari siapa yang harus bertanggung jawab. Jangan meremehkan nyawa seseorang,” ujarnya.

Dia mengatakan, harus ada tindakan dari aparat kepolisian untuk mengungkap hilangnya nyawa saat open house di rumah mantan orang nomor satu Partai Golkar tersebut.  Dia melihat adanya kelalaian dari pihak keamanan yang saat itu berada di tempat kejadian. “Orang demo saja dijaga. Ini kan di tempat wakil presiden terpilih, tentunya sudah ada pengamanan tersendiri,” ujarnya.

Setidaknya, harus ada hukuman bagi pihak keamanan. Baik hukuman disiplin atupun administrasi. “Komandannya siapa saat itu. Mengapa massa yang sudah begitu banyak tidak diantisipasi. Ini protap keamanannya bagaimana? Tata cara pengamanannya juga harus diselidiki,” tegasnya.

Sebelumnya, JK tidak ingin menyalahkan pihak pengamanan. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian sudah maksimal. Hanya saja, kejadian tersebut adalah musibah, dan tidak bisa dihindari.

Korban meninggal dunia akibat insiden open house di kediaman Jusuf Kalla bertambah menjadi dua orang. Korban kedua bernama Harni Daeng Intang (49). Sementara, korban pertama adalah bocah murid kelas 6 SD bernama Hadika (12).

Harni meninggal dunia pada Jumat (1/8/2014)) sekitar pukul 02.45 WITA, di ruangan ICU Rumah Sakit Stella Maris, Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang. Sebelum meninggal, korban dirawat intensif selama empat hari, terhitung sejak pascakejadian, Selasa (29/7/2014). (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.