Home / Politik / Perkiraan KPK, Pemerasan Atas TKI Capai Rp 325 Miliar per Tahun

Perkiraan KPK, Pemerasan Atas TKI Capai Rp 325 Miliar per Tahun

bidik.co – TKI yang menyumbang devisa negara dalam jumlah besar, justru diperas gila-gilaan ketika pulang dari luar negeri. KPK memperkirakan jumlah hasil pemerasan itu mencapai angka yang fantastis yaitu Rp 325 miliar.

“Ada 360 ribu TKI setiap tahunnya. Rata-rata TKI diperas oleh oknum tak bertanggung jawab dan preman sebesar Rp 2,5 juta,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/7/2014).

Angka Rp 2,5 juta itu meliputi biaya mengeluarkan TKI dari bandara, pemaksaan menukar uang dengan selisih kurs yang angkanya tidak masuk akal, mark up biaya transportasi serta biaya pengeluaran barang, dan lain-lain. Bambang mengasumsikan hanya ada 50 persen TKI yang diperas.

“Maka jumlah hasil pemerasan itu ternyata sangat fantastis, yaitu kira-kira sebesar 130.000 dikali Rp 2,5 juta sama dengan Rp 325 miliar per tahun,” ujarnya.

“Inilah putaran hasil pemerasan yang dinikmati oknum polisi, angkatan dan penyelenggara negara lainya bersama para preman,” lanjut Bambang.

Sejak Jumat (25/7) tengah malam hingga Sabtu (26/7) dini hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar sidak ke kantor PT Angkasa Pura II Terminal II Bandara Seokarno-Hatta (Soetta), Tangerang terkait dengan penanganan TKI. Dalam sidak itu, KPK menahan 18 orang, termasuk di antaranya oknum TNI dan Polri.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, sidak tersebut dilakukan karena adanya aduan dari masyarakat mengenai pemerasan terhadap para TKI yang baru tiba di Indonesia. Tujuan pihaknya melakukan sidak untuk memperbaiki proses tata kelola TKI. Karena banyak permasalahan, terutama pemerasan terhadap TKI.(ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.