Home / Pendidikan / Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (Catatan Hardiknas 2020)

Tri Pusat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (Catatan Hardiknas 2020)

bidik.coDelapan puluh lima tahun lalu dalam Majalah “Wasita”, Ki Hadjar Dewantara menuliskan pikirannya tentang Tri Pusat Pendidikan. Menurut Ki Hadjar, Tri Pusat Pendidikan merupakan konsep tentang lingkungan yang mendukung keberhasilan pendidikan, yang meliputi pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan perguruan atau sekolah, dan pendidikan di lingkungan masyarakat atau pemuda.

Hal itu karena, setiap pribadi manusia akan selalu berada dan mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut.

Gagasan Ki Hadjar tersebut, terkait kesadarannya bahwa tujuan pendidikan tidak mungkin tercapai hanya melalui satu jalur, misalnya sekolah. Namun ketiga pusat pendidikan tersebut harus berhubungan akrab serta harmonis.

Alam keluarga tetap merupakan pusat pendidikan yang terpenting dan memberikan pendidikan budi pekerti, agama, dan laku sosial. Perguruan atau sekolah sebagai balai pendidikan yang memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan ketrampilan. Sedangkan pemuda atau lingkungan masyarakat dan dalam sebagai tempat sang anak berlatih membentuk watak atau karakter dan kepribadiannya.

Dengan demikian, dasar pemikiran Ki Hadjar ialah usaha untuk menghidupkan, menambah dan memberikan perasaan kesosialan sang anak.

Ketiga pusat pendidikan sama-sama memegang peran penting dalam keberhasilan pendidikan dan pada dasarnya semua saling berkaitan dan saling kerjasama satu sama lain. Ketiganya secara tidak langsung telah mengadakan pembinaan yang erat dalam praktik pendidikan. Kaitan ketiganya dapat dilihat dari :

Pertama, orang tua melaksanakan kewajibannya mendidik anak di dalam keluarga.

Kedua, karena keterbatasan orangtua dalam mendidik anak di rumah, dan akhirnya proses pendidikan diserahkan di sekolah.

Ketiga, masyarakat akan menjadi fasilitator bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan ilmu dan ketrampilannya.

Dengan demikina, Tri Pusat Pendidikan merupakan tiga pusat pendidikan secara bertahap dan terpadu mengemban suatu tanggung jawab pendidikan bagi generasi muda, dengan kata lain perbuatan mendidik yang dilakukan orang tua terhadap anak juga dilakukan oleh sekolah dengan memperkuatnya serta dikontrol oleh masyarakat sebagai lingkungan sosial anak.

Konsep tersebut sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak, sekaligus sebagai benteng terhadap masuknya paham-paham yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Konsep pendidikan yang melibatkan sekolah atau satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat diharapkan akan memperkuat keterikatan antara pihak sekolah, keluarga dan masyarakat atau lingkungan dalam membentuk karakter anak didik. Harmonisasi ketiga pusat kekuatan pendidikan itu adalah tumpuan dari ajaran Ki Hadjar Dewantara.

Dengan menerapkan progran itu maka sekolah, keluarga, dan masyarakat akan saling bertukar informasi secara terpadu mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan anak atau siswa. Sehingga apa yang tidak mampu dijangkau sekolah akan dijangkau oleh lingkungan masyarakat dan keluarga. Dengan demikian semuangat harus aktif.

Tantangan

Namun yang terjadi saat ini praktis tidak ada titik temu antara ajaran di sekolah, keluarga, dan masyarakat karena seluruhnya sudah dipasrahkan ke sekolah.

Sementara itu, saat ini generasi muda tengah menghadapi tantangan pengaruh-pengaruh dari dunia luar yang cukup masif.

Di era milienial seperti sekarang ini, penggunaan teknologi seperti smartphone sudah tidak mengenal batasan usia, tua dan muda sudah tak asing lagi meggunakan smartphone. Kehadiran smartphone menjadikan penggunanya jarang bersosialisasi secara langsung dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Jika dicermati lebih lanjut, pada saat ini informasi dan tontonan yang diterima oleh anak dari masyarakat melalui televisi maupun smartphone masih banyak kita jumpai hal-hal yang sebenarnya belum pantas untuk diterima oleh mereka.

Inilah yang perlu mendapatkan perhatian bagaimana menguatkan kembali Tri Pusat Pendidikan agar berjalan secara sinergi sesuai dengan cita-cita Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara. Semoga. (*)

(Agus Ismanto, Pemerhati dan Penikmat Pendidikan)

Komentar

Komentar

Check Also

Muhammad Nur: Di Masa Pandemi Covid-19, Pendidikan Karakter Harus Tetap Diajarkan

bidik.co – Dunia sedang dihadapkan pada permasalahan global yakni Wabah Corona Virus Disease (COVID-19) atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.