Home / Politik / BW Inginkan Plt Pimpinan KPK Harus Dikontrol

BW Inginkan Plt Pimpinan KPK Harus Dikontrol

bidik.co — Wakil Ketua KPK nonaktif Bambang Widjojanto optimistis terhadap kinerja tiga pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK. Namun ketiga Plt yakni Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi harus memastikan tidak mempunyai konflik kepentingan terkait posisinya saat ini.

“Optimisme harus tetap dihidupkan, tapi jangan memberi cek kosong. Optimisme harus disertai dengan terus menerus melakukan kontrol, menjaga, terus menerus mengawasi proses itu,” kata Bambang usai mengikuti aksi cat pos polisi di Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Jakpus, Minggu (22/2/2015).

Menurut Bambang komposisi pimpinan KPK dengan pejabat lama yakni Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain memang ideal. Tapi dia menegaskan tak boleh ada benturan kepentingan dari para Plt pimpinan.

Kritikan terhadap Ruki sebelumnya diungkapkan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho. Ruki yang merupakan purnawirawan polisi memang melepas jabatan di bisnisnya termasuk posisi komisaris Utama Bank Jawa Barat-Banten (BJB).

Tapi ICW meminta agar Ruki memastikan tidak ada konflik kepentingan dengan posisi-posisi sebelumnya.

“Ruki pernah jadi polisi, komisaris BJB. Kasus yang berkaitan dengan polisi, selain BG ada Simulator SIM. Orang akan curigai, mereka masuk menyelamatkan kasus, bukan menyelamatkan KPK,” ujar Emerson dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (21/2/2015).

Selain itu, BW memberikan setidaknya tiga saran bagi pelaksana tugas pimpinan KPK.

Pertama, menurut BW, siapapun yang menjadi pimpinan KPK harus dipastikan untuk tidak terlibat kasus.

“Karena saya pernah punya pengalaman jadi lawyer dan diperlakukan terus menerus di-bully. Sekarang saya tak mau pimpinan itu di-bully. Makanya dia harus menjelaskan potensi conflict of interest,” kata BW ditemui dalam acara Ekspresi Kampus Selamatkan KPK di Bundaran HI, Minggu (22/2).

Kedua, bagian terpenting yang harus dilakukan ialah memperlakukan semua pihak dengan setara.

“Hal itu harus dilakukan terutama dengan equal treatment jangan ada diskriminasi,” lanjut BW.

Ketiga, menurutnya, pimpinan KPK harus memiliki program strategis untuk menyinergikan para penegak hukum. Menurutnya, KPK memiliki kewenangan untuk juga menentukan bagaimana bentuk sinergitas yang akan dilakukan nantinya.

Taufiequrachman Ruki, Johan Budi, dan Indriyanto Seno Adji dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan KPK setelah dua pimpinan KPK yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditetapkan menjadi tersangka.

Penunjukan pimpinan sementara KPK yang menjadi hak prerogatif Presiden ini dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi pada Rabu (18/2/2015). (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.