Home / Politik / Demokrat: Saat Beroposisi, PDIP Asal Njeplak, Kini Tak Percaya Diri

Demokrat: Saat Beroposisi, PDIP Asal Njeplak, Kini Tak Percaya Diri

bidik.co — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan kebijakan yang akan diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait harga bahan bakar minyak bukan karena adanya tekanan partai politik.

“Kebijakan Pak SBY solid dan konsisten untuk rakyat. Sekarang pun begitu, SBY mau naikkan atau turunkan atau status quo harga BBM juga bukan karena PDIP,” kata Pohan, Rabu 27 Agustus 2014.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR itu membantah jika SBY selaku ketua umum Partai Demokrat melakukan pencitraan di akhir masa jabatannya.

“Ukuran Pak SBY itu hanya rakyat dan kepentingan nasional, bukan pencitraan,” tegas dia.

Terkait sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saat ini justru mendorong kenaikan harga BBM, Pohan menyayangkan sikap partai banteng itu yang asal bicara ketika menjadi oposisi di pemerintahan SBY. Saat menjadi oposisi, PDIP merupakan partai politik yang paling keras menetang kenaikan harga BBM.

“Dulu saat oposisi asal njeplak. Kini mereka jiper sama tuntutan rakyat. Belum berkuasa sudah mulai nggak percaya diri. Makanya ngono yo ngono, ning ojo ngono. Santun sajalah,” ujar Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Ambil contoh saat 2012, DPP PDIP menginstruksikan jajaran partai agar memasang spanduk menolak kenaikan harga BBM. Instruksi ini diberikan DPP kepada elemen partai hingga tingkat terbawah.

“Instruksi partai ke seluruh struktur partai se-Indonesia dan kepada seluruh anggota fraksi DPR-DPRD se Indonesia untuk memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM di seluruh pelosok tanah air,” ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Sabtu (17/3/2012).

Tidak berhenti sampai di situ, setahun kemudian saat isu kenaikan harga BBM kembali mengemuka, PDIP kembali ke barisan terdepan bersuara lantang menolaknya. Tidak sekadar menolak, partai oposisi ini juga merumuskan postur APBN-P 2013 versi sendiri.

Postur APBN-P 2013 yang ditulis dalam buku saku itu menunjukkan pemerintah sebenarnya bisa mencari sumber-sumber lain untuk menutupi biaya subsidi, ketimbang menaikkan harga BBM.

“Kami sudah bagikan buku kecil. Sesuai buku yang kami buat ini, akan diberikan kepada masyarakat luas bahwa pandangan PDIP kenapa beda dengan pemerintah,” kata Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani di DPR, Senayan Jakarta, Senin (17/6/2013).

Terlihat jelas perubahan sikap politik anggaran PDIP di penghujung lengsernya SBY. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.