Home / Ekobis / Efendi Simbolon Serang Menteri Ekonomi Jokowi

Efendi Simbolon Serang Menteri Ekonomi Jokowi

bidik.co — Pimpinan DPR RI tandingan, Effendi Simbolon tidak mau berkomentar soal rencana pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“Kita belum menentukan sikap lah. Wong menterinya saja masih bermasalah. Siapa Sudirman Said (Menteri ESDM)? Siapa Rini Soemarno (Menteri BUMN)? Siapa Menkoekuin-nya (Sofyan Djalil)? Apa mereka ini yang membawa garis liberal ekonomi?” tegas Effendi di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, (4/11/2014).

Ketua DPP PDIP ini meragukan tim ekonomi yang diangkat Joko Widodo tersebut.

“Saya meragukan ya Sofyan Djalil, Sudirman Said, Rini Soemarno. Belum lagi nanti di Pertamina ada siapa. Mereka itu siapa? Saya nggak tau,” tandasnya.

Dia menambahkan, wacana kenaikan harga BBM seharusnya diikuti dengan langkah-langkah konkret terkait program lain.

“Harusnya dijelaskan dulu langkah konkretnya. Ini loh program kami. Sejalan dengan itu, kami mengambil jalan relokasi subsidi BBM yang selama ini kami berikan ke A, B, C, D. Begitu,” sambungnya.

Selain itu Effendi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebaliknya, dia memuji usul pakar ekonomi Rizal Ramli untuk melakukan subsidi silang dan memisahkan jenis oktan yang dijual ke masyarakat.

“Usul Rizal Ramli itu sudah benar. Oktannya disesuaikan. Oktan murah itu dikasih ke kendaraan murah seperti bajaj, motor, dan sebagainya. Kalau kapasitas mesin 2000 ke atas masa sih mau beli oktan murah?” ungkap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR bidang energi ini.

Memang, Rizal Ramli mengusulkan langkah sederhana tapi cerdas untuk menyelesaikan ruwetnya subsidi BBM. Caranya adalah lakukan subsidi silang. “Paksa” kalangan menengah atas membayar lebih mahal daripada rakyat kelompok bawah. Dengan demikian pemerintah justru meraih keuntungan dari pos anggaran ini.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengusulkan agar BBM yang beredar di pasar dibagi jadi dua jenis. Jenis pertama, BBM rakyat yang beroktan 80-83 (saat ini jenis premium oktannya 88). Sebagai pembanding di Amerika, oktan general gasoline 86 dan di negara bagian Colorado 83. Jenis kedua, BBM super dengan oktan 92 untuk jenis pertamax dan 94 Pertamax Plus.

Nilai oktan berhubungan dengan “ketukan” (knocking) yang mempengaruhi kinerja mesin. Semakin rendah nilai oktan mesin akan lebih sering mengalami ketukan dan sebaliknya.

Perbedaan oktan yang tinggi antara BBM rakyat dan BBM super akan membuat pengendara mobil menengah atas takut menggunakan BBM rakyat. Mereka tidak ingin mesin mobilnya menggelitik karena akan mempercepat kerusakan mesin dan biaya perbaikannya lebih mahal. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pemerintah Harus Bersikap Adil Atas Vaksin Karya Anak Bangsa

bidik.co — Baru beberapa waktu nama Vaksin Nusantara ramai dibahas khalayak publik, jalan Terawan Agus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.