Bidik.co — Kabupaten Semarang — Bencana banjir di Sumatera merupakan bencana yang memakan korban cukup besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dalam banjir Sumatera hampir tembus 1.000 jiwa. Dalam dashboard geoportal penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BNPB mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 990 orang pada Kamis (11/12/ 2025).
Dalam merespon bencana tersebut, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Jamal Mirdad menyampaikan bahwa generasi muda memegang peranan strategis dalam menjaga nilai-nilai Pancasila sekaligus menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
“Pendidikan karakter yang berakar dari Pancasila harus menjadi fondasi bagi setiap anak muda, agar mereka tidak hanya kuat secara mental dan spiritual, tetapi juga siap berkontribusi nyata saat bencana terjadi, sehingga generasi muda jadi garda terdepan,” tegasnya.
Catatan BNPB, rincian korban meninggal di Aceh mencapai 407 orang. Kemudian Sumatera Barat sebanyak 240 jiwa, dan 343 di Sumatera Utara. Akumulasi jumlah korban jiwa itu lebih tinggi dari data yang dilaporkan BNPB pada 10 Desember 2025 di mana sebanyak 969 orang meninggal dalam bencana tersebut.
Adapun korban hilang di tiga provinsi tersebut berangsur menurun dibanding sehari sebelumnya dari 262 menjadi 222 orang. Korban hilang terbanyak terjadi di Sumatera Utara dengan 98 jiwa. Sedangkan di Aceh korban hilang sebanyak 31 jiwa dan Sumatera Barat 93 jiwa. Total korban luka di ketiga provinsi mencapai lebih dari 5,4 ribu jiwa.
Menurut Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah I itu, generasi muda mengaktualisasikan nilai Pancasila untuk kesiapsiagaan bencana dengan menerapkan gotong royong dalam simulasi bencana, menggunakan teknologi untuk sosialisasi mitigasi, menyebarkan informasi akurat, bukan hoaks.
“Di sinilah kolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan, mengamalkan nilai kemanusiaan sila 2, dan persatuan sila 3, dalam solidaritas, serta mewujudkan keadilan sosial sila 5, lewat bantuan merata, menjadikan mereka garda terdepan dalam menciptakan masyarakat tangguh bencana,” terang Jamal.
Menurut Anggota DPR RI Komisi VII yang membidangi UMKM, pariwisata, dan sarana publik itu, generasi muda dapat berperan aktif dalam kesiapsiagaan bencana melalui edukasi teknologi, simulasi evakuasi, penggalangan dana dan bantuan, serta gerakan kemanusiaan seperti pramuka dan konten kreator.
“Hal itu sebenarnya sudah menunjukkan kesadaran tinggi dalam menghadapi ancaman bencana alam seperti gempa dan banjir, serta membangun ketahanan komunitas melalui partisipasi aktif dan kolaborasi dengan pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID),” urai Jamal.
Soialiasasi yang diselenggarakan di Kabupaten Semarang Kamis (11/122025) itu, mengambil tema “Peran Generasi Muda dalam Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila untuk Kesiapsiagaan Bencana.” Kegiatan yang berlangsung selepas ba’da dhuhur ini menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi milenial agar memiliki pijakan kuat dalam jati diri bangsa serta siap berperan aktif dalam penanggulangan bencana.
Acara dihadiri oleh mahasiswa, pengurus DPC dan PAC Partai Gerindra, serta anggota DPRD Kabupaten Semarang. Mereka aktif berdiskusi mengenai bagaimana membangun pemahaman dan pengamalan nilai Pancasila sebagai landasan dalam membentuk kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap bencana.
Seorang mahasiswa peserta sosialisasi, Putri, mengungkapkan, “Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa Pancasila merupakan panduan hidup yang bisa menguatkan jiwa kebangsaan serta kesiapsiagaan kami sebagai generasi muda dalam menghadapi bencana.”
Sosialisasi ini diharapkan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan generasi muda untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan kontribusi mereka dalam penanggulangan bencana di daerah masing-masing. (may/is)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker