Home / Ekobis / Jokowi Inginkan Pengusaha Korsel Investasi di Luar Jawa

Jokowi Inginkan Pengusaha Korsel Investasi di Luar Jawa

bidik.co — Presiden Joko Widodo bertemu dengan para pengusaha Korea Selatan (Korsel), pada hari pertama kunjungannya ke Busan, Korsel. Dalam kesempatan itu, para pengusaha Korsel menyatakan minatnya untuk terus berinvestasi di Indonesia. Sementara Jokowi mendorong mereka agar investasinya tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa.

“Mereka sangat berminat dengan Indonesia. Sangat ingin masuk ke Indonesia di bidang industri, di bidang power plant (pembangkit listrik), terutama kimia, termasuk pembangunan pabrik pupuk,” ujar Presiden seusai bertemu dengan pengusaha Korsel, yang dilaksanakan di Hotel Haeundae Grand, Busan, Korsel, Rabu malam (10/12/2014).

Di antara para pengusaha Korsel yang bertemu dengan Presiden Jokowi adalah CEO Posco, Kwon Ohjoon yang ditemani Wakil Presiden Senior Posco, Chang In Hwan, serta Presiden Daewo Logistic, AN Yongnam.

Menurut Jokowi, para perusahaan itu menangkap rencana pemerintah Indonesia untuk memperbaiki atmosfer investasi di tanah air, terutama di sektor industri. “Kita memang membutuhkan seperti industri kimia, industri baja, industri-industri kimia,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengaku mendorong para pengusaha Korsel itu untuk berinvestasi di luar Jawa, sehingga ekonomi bisa tumbuh merata.

“Jangan hanya investasi di Jawa, tapi didorong ke Indonesia, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera itu yang akan kita lakukan. Yang paling penting persepsi ramah investasi,” pinta Jokowi dilansir dari laman Setkab RI.

Sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) Mahendra Siregar optimistis pada tahun 2014 akan banyak investor yang melirik Indonesia.

Selain karena berbagai perbaikan dan insentif yang akan diberikan pemerintah, mereka umumnya datang karena untuk memasok kebutuhan industri yang sebelumnya sudah investasi di Indonesia.

Mahendra mencontohkan masuknya perusahaan raksasa asal Korea Selatan Poco ke Indonesia, dan membentuk perusahaan patungan PT Krakatau Posco dengan PT Krakatau Steel bakal diikuti oleh perusahaan lainnya.

“Tak kurang dari 20 perusahaan industri terkait krakatu Poco akan masuk tahun 2014,” ujar Mahendra, Rabu (25/12/2013).

Sayang, Mahendra tidak menjelaskan berapa nilai investasi dari perusahaan yang akan masuk tersebut. Industri yang akan masuk tersebut bermacam-macam baik industri yang berada di hilir, maupaun supliernya. Nah, kedatangan mereka nantinya akan membentuk suatu kumpulan industri yang saling terkait atau aglomerasi industri baja dalam satu kawasan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea, Kim Jae Hong ketika meresmikan pabrik baja terpadu Krakatau Posco mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan investasi di Indonesia.

Kim mengatakan, sejak tahun 2011, Korsel telah menjadikan negara-negara di ASEAN menjadi target investasi terbesarnya, termasuk Indonesia.

Bahkan, bukan hanya perusahaan-perusahaan besar asal Korea yang menanamkan investasi di Indonesia. Selain Samsung, LG, Lotte, SK Energy, ada juga perusahaan menengah yang bergerak di bidang industri tekstil dan alas kaki turut berkontribusi pada perkembangan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistyaningsih, menilai, keberadaan aglomerasi industri baja akan meningkatkan nilai tambah industri tersebut. Selain itu, akan mengurangi impor Indonesia kedepannya. Akibatnya, akan berpengaruh kepada neraca transaksi berjalan.

“Aglomerasi akan berdampak positif, kecuali kalau di industri konsumsi,” ujar lana.

Alasannya, jika investor hanya memasarkan produknya saja di Indonesia akan merugikan perekonomian, karena impornya tetap tinggi. Selain itu, dengan membangun industri dari hulu ke hilir akan menyerap tenaga kerja cukup besar.

Namun, Lana melihat kalaupun pembangunan industri tersebut dimulai tahun 2014 manfaatnya baru terasa lima tahun kemudian, atau paling cepat tiga tahun kemudian.

Pasalnya, untuk membangun industri tersebut tidak mudah, selain harus menyiapkan infrastruktur, pemerintah juga harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan Akan Bongkar Kecurangan KPU dan Parpol

bidik.co — Kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 tampaknya akan dibongkra oleh mantan komisioner Komisi Pemilihan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.