Home / Politik / KAPOK: Nazaruddin Monster Politik

KAPOK: Nazaruddin Monster Politik

bidik.co — Ketua Korps Anti Pejabat Kotor dan Korupsi (KAPOK), Yono Hartono menyatakan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin dan juga mantan ajudan Nazarudin, Iwan sangat memprihatinkan.

“Sebab kasus hukum yang menjadikan Nazaruddin terdakwa dalam kasus korupsi wisma atlet hambalang mulai melibat libatkan Edi Baskoro Yudhoyono (Ibas), Nazaruddin nampaknya mulai menjadi monster politik yang sedang mabuk,” tutur Yono dari release yang diterima bidik.co, Senin (1/9/2014)

Menurut Yono, terdakwa Nazaruddin sudah menjadi alat perusak nama baik seseorang dengan libatkan Ibas ke dalam kasus korupsi Hambalang. Nazaruddin telah menciptakan dirinya sebagai alat untuk merusak atau membusukan karakter seseorang yang menjadi target tujuan permainanya.

“Nazaruddin langsung ataupun tidak langsung menjadi alat manuver politik para oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menjatuhkan nama baik seseorang. misalnya sebagai orang yang menjadi target untuk dibusukan,” tegas pernyataan tersebut.

Menurut KAPOK, kalau demikian posisi Nazarudin yang sudah menjadi monster politik, bisa bisa tukang bakso dimana Nazaruddin pernah makan bakso dia libatkan sebagai orang yang pernah didatanginya.

“Yang seperti ini sangat membahayakan, sebab bisa saja Nazaruddin tidak suka dengan seseorang lalu dia sebut nama seseorang bisa terlibat semua orang yang disebutkan namanya oleh Nazaruddin,” urainya.

Selanjutnya KAPOK sangat menyayangkan bila lembaga hukum dijadikan tempat ocehan para terdakwa yang tanpa dasar temuan alat bukti sangat di sayangkan.

“Kita masih yakin peradilan masih menjadi lembaga yang profesional dan independen dalam menangani setiap kasus, karena memang Nazarudin sudah menjadi Stigma Koruptor setiap orang yang disebutkan namanya,” tuturnya.

KAPOK juga meyakini bahwa KPK sebagai lembaga yang independen tidak bisa di intervensi oleh siapapun, persoalan korupsi Hambalang.

“KPK harapan saya fokus pada terdakwa Nazaruddin dan Anas Urbaningrum, Hukum itu bukan Permainan orang orang yang suka memfitnah, dan hukum juga tidak sembarangan dalam melihat adanya temuan serta alat bukti. KPK adalah lembaga independen bebas dari segala bentuk intervensi, maka KPK pasti tidak akan melakukan tindakan hukum kepada seseorang tanpa temuan alat bukti, apalagi hanya karena ocehan (fitnah) seseorang yang sudah menjadi terdakwa,” pungkasnya. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.