Home / Politik / Komisi III DPR Minta Kapolri Beri Maaf Adrianus

Komisi III DPR Minta Kapolri Beri Maaf Adrianus

bidik.co — Kapolri Jenderal Pol sutarman mempidanakan anggota Kompolnas Prof. Adrianus Meliala karena dinilai telah memfitnah institusi Polri. Ketua Komisi III DPR RI Pieter Zulkifli berharap ada pintu maaf di antara keduanya.

“Saya menyarankan, kalau ada kesempatan yang bagus, dibukakan pintu maaf, duduk bersama, mediasi,” kata Pieter, Jumat (29/8/2014) malam.

Kata Pieter, Adrianus sebagai anggota Kompolnas seharusnya bisa berfikir jauh sebelum mengeluarkan pernyataan. Ucapan Adrianus yang menyebut Reskrim merupakan ATM bagi pimpinan Polri harus disertai data dan fakta kuat.

“Kalau kemudian memang ada langkah-langkah hukum yang diambil Polri, itu sudah diatur undang-undang. Itu langkah yang sangat konstitusional,” imbuh Pieter.

“Saya pikir ini pembelajaran baik. Tidak semua orang boleh berbicara sembarangan, apalagi menyangkut integritas institusi,” sambung politisi dari Partai Demokrat itu.

Pieter menambahkan, wajar saja jika Sutarman mengambil langkah hukum dengan melaporkan Adrianus ke polisi. Ia menilai jenderal bintang empat itu selama ini terus melakukan pembenahan di tubuh Polri.

“Sutarman saya lihat selama ini konsisten melakukan pembenahan, supaya Polri seperti harapan masyarakat,” ucap Pieter.

Hal itu juga ditekankan oleh Anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat, Kapori Jenderal pol Sutarman pun diminta untuk berbesar hati menerima permintaan maaf tersebut.

“Saya kira Kapolri sebaiknya berbesar hati untuk menerima permintaan maaf daripada Adrianus,” kata Martin, Jumat (29/8/2014).

Martin menilai, Adrianus hanya menjalankan tugasnya sebagai anggota Kompolnas. Yakni membantu presiden dalam memberikan usulan-usulan demi perbaikan di tubuh Polri.

“Saya kira dia (Adrianus) tidak memiliki maksud buruk terhadap institusi kepolisian,” imbuh Martin yang juga Ketua DPP Partai Gerindra itu.

“Andaikata pernyataannya itu tidak dapat diterima oleh kepolisian, saya kira Adrianus perlu mengulangi sekali lagi pernyataan maafnya di hadapan media massa. Tapi kalau menyuruh dia harus membayar untuk iklan membuat pernyataan mencabut pernyataannya di semua surat kabar, saya kira dia nggak punya uang itu,” sambung Martin. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.