Home / Politik / Kubu Hatta: Hatta Negarawan dan Pemersatu

Kubu Hatta: Hatta Negarawan dan Pemersatu

bidik.co — Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edi mengatakan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa tidak pernah marah atau membenci orang yang tidak mendukungnya dalam politik.

“Sejak beberapa bulan lalu, sudah bisa terlihat siapa pimpinan komisi di DPR yang tidak mendukung Pak Hatta maju kembali sebagai ketua umum, tapi Pak Hatta tidak marah tuh,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Menurut Tjatur, Hatta tidak pernah memaksa kader PAN di daerah untuk memilihnya dalam Kongres IV PAN di Bali akhir pekan ini. Sikap kenegarawanan Hatta itu, menurut Tjatur, patut menjadi panutan di dunia politik.

“Saya banyak belajar dari Pak Hatta atas sikap kenegarawanannya itu,” ujar Tjatur.

Ia mengatakan sikap kenegarawanan Hatta telah dirasakan sendiri olehnya.

Dia mengisahkan bahwa dirinya dalam Kongres PAN sebelumnya di Batam, tidak mendukung Hatta menjadi ketua umum, namun setelah Hatta terpilih, kini Tjatur justru diberikan mandat sebagai Ketua Fraksi PAN di DPR RI.

Begitu juga Teguh Juwarno yang tidak mendukung Hatta sebagai ketua umum kala itu, namun sekarang menjabat Sekretaris Fraksi PAN di DPR RI.

“Sekarang saya tanya, apakah pernah ada statement Pak Hatta yang melukai hati orang? Tidak ada kan,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto yang menilai Hatta merupakan pemimpin pemersatu kader karena dapat diterima semua kalangan.

“Bang Hatta sudah buktikan sebagai pemimpin pemersatu yang turun ke bawah sehingga meningkatkan suara PAN pada Pemilu 2014,” kata Bima melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Dia menuturkan PAN telah mempersiapkan menuju Pemilu 2019 sehingga membutuhkan sosok pemimpin yang diterima seluruh kalangan kader partai berlambang matahari biru tersebut.

Selain diterima kalangan internal kader PAN, Bima menganggap mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dapat menjalin komunikasi baik dengan partai lain.

Bima juga menuturkan proses kaderisasi berjalan baik selama kepemimpinan Hatta karena muncul beberapa kader muda PAN yang menjadi kepala daerah.

“Pada masa Hatta Rajasa memimpin banyak tokoh muda PAN yang tampil di pentas politik dan menjadi kepala daerah,” ujar Walikota Bogor Jawa Barat itu.

Bima menambahkan sosok Hatta Rajasa juga tidak menimbulkan perpecahan pada tubuh PAN menjelang Kongres di Bali pada akhir Februari 2015

Sementara itu, pengamat politik dari Skala Survei Indonesia (SSI), Abdul Hakim MS menyebutkan para kader PAN berpikir lebih rasional menjelang Kongres sehingga tidak terjadi perpecahan.

“Kader PAN yang sebagian besar adalah Muhammadiyah memiliki pola piker yang lebih rasional sehingga berbeda dengan PPP dan Golkar,” katanya.

Hakim juga mengungkapkan kader PAN lebih rasional memilih pemimpin yang memiliki “leadership” seperti Hatta Rajasa.

Pada Kongres PAN di Bali tanggal 28 Februari- 2 Maret 2015 ini, Hatta Rajasa akan bersaing menjadi Ketua Umum dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang dimajukan Ketua MPP PAN Amien Rais. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.