Home / Politik / Menpora Tak Hadir di Kongres PSSI, Tak Siap Tanggapi Soal Tim Sembilan?

Menpora Tak Hadir di Kongres PSSI, Tak Siap Tanggapi Soal Tim Sembilan?

bidik.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, tak bisa hadir di Kongres PSSI yang digelar 4 Januari 2015 di Hotel Borobudur. Absennya Menpora disayangkan Panitia Kongres PSSI, Budi Setiawan.

Budi Setiawan mengatakan sebelumnya pihak kepanitian Kongres Tahunan PSSI sudah melakukan komuikasi dengan staf Menpora dan memastikan bahwa Menpora akan hadir di Kongres Tahunan PSSI tersebut. Namun, Menpora batal hadir dengan alasan ada kegiatan di Lombok.

“Tanggal 31 Desember, kami mendapat konfirmasi bahwa Menpora tidak bisa hadir di Kongres Tahunan PSSI. Alasannya, beliau ada kunjungan ke Lombok,” kata Budi Setiawan, di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (02/01/2014).

Lanjutnya, sangat disayangkan Menpora tidak hadir di Kongres Tahunan PSSI itu. Padahal, Menpora sebelumnya bisa hadir di acara-acara di pelantikan di beberapa kota.

“Masa, acara PB sebesar PSSI tidak bisa hadir. Sangat disayangkan padahal rencananya Menpora yang akan membuka Kongres itu dan meresmikan kantor baru PSSI,” ujarnya.

Budi tidak mau mengomentari apakah ketidakhadiran Menpora di Kongres Tahunan PSSI itu erat kaitannya dengan pembentukan tim sembilan yang anggotanya baru saja diumumkan Iman Nahrawi kemarin siang.

“Justru, kalau memang karena adanya Tim Sembilan kemudian tidak hadir, ya salah. Ini saatnya untuk mengademkan suasana setelah adanya perdebatan tentang tim sembilan,” tukasnya.

Terkait ketidakhadiran Menpora Imam Nahrawi dalam Kongres Tahunan PSSI, Mantan Menpora, Roy Suryo, menyayangkan tersebut.

Menurut Roy, sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang penting dan kehadiran Imam sebagai Menpora baru tentu sangat diharapkan oleh jajaran pengurus PSSI.

“Karena PSSI bagi saya itu adalah hal yang sangat penting, federasi yang punya dan melibatkan masyarakat. Jadi salah jika memang mengganggap PSSI itu tidak penting, sebaiknya memang disarankan hadir di acara Kongres,” kata politisi Demokrat, Sabtu (03/12/2014).

Saat menggantikan Andri Malarangeng sebagai Menpora, Roy mendapatkan pesan-pesan dari Menpora-menpora sebelumnya yang intinya mengatakan bahwa PSSI termasuk penting untuk diperhatikan.

“Pak Imam sebaiknya harus sangat komunikatif. Dengan kehadiran di Kongres itu merupakan salah satu bentuk komunikatifnya Menpora. Saya tahu betul kalau pak Imam seorang Menteri yang tahu akan tugas dan keputusan hal yang penting, walaupun memang banyak hal yang harus dikerjakan Menpora,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menjelaskan bahwa PSSI telah mandiri tanpa suntikan dana APBN dari pemerintah. Kini, Rita berharap PSSI segera berprestasi.

Rita Subowo menjelaskan bahwa PSSI tidak lagi mengandalkan bantuan dana APBN meski program-program yang harus dijalankan, termasuk pemusatan latihan timnas Indonesia dari berbagai kelompok umur, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“PSSI sudah mandiri, tanpa dana APBN. Alhamdulillah, ini akan saya rekomendasikan kepada FIFA bahwa PSSI sudah mampu mandiri. PSSI harus membawa sepak bola Indonesia mencapai rangking tinggi,” ujarnya.

Pun demikian, Rita menjelaskan bahwa prestasi yang sesungguhnya dari PSSI masih tetap dinanti, yakni gelar juara. Untuk itu, ketua KOI berusia 56 tahun itu berharap PSSI tak mendapat gangguan dalam menjalankan tugasnya. Sebaliknya, ia berharap segenap stakeholder olahraga Indonesia bersama-sama mendukung PSSI.

“Sepak bola bukan hanya ukuran prestasi tapi juga alat pemersatu bangsa. Jadi tolong dijaga, bersatu dan bekerja keras mengangkat sepak bola,” kata Rita Subowo.

“Kita sudah lelah dengan kekisruhan seperti yang dulu-dulu. Kapan mau berperstasi kalau masih ada gangguan. Makanya, mari kita jaga sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Bulan Maret mendatang PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa dengan salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum yang baru. Rita berharap semua prosees yang akan dilakukan PSSI nantinya tetap berjalan tertib.

“Mudah-mudahan tidak ada apa-apa saat peralihan nanti. Kita harus siap, dan mendukung PSSI untuk membawa sepakbola menjadi Macan Asia,” ia mengakhiri. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pemerintah Harus Bersikap Adil Atas Vaksin Karya Anak Bangsa

bidik.co — Baru beberapa waktu nama Vaksin Nusantara ramai dibahas khalayak publik, jalan Terawan Agus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.