Home / Politik / Muhammad Rofiqi: 80 Tahun Indonesia Merdeka, Perkuat Persatuan Hadapi Globalisasi

Muhammad Rofiqi: 80 Tahun Indonesia Merdeka, Perkuat Persatuan Hadapi Globalisasi

Bidik.co — Banjar — Peringatan kemerdekaan merupakan ajang refleksi bersama memperkuat fondasi kebangsaan. Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Rofiqi mengatakan, 80 tahun Indonesia merdeka bukan hanya sebuah capaian sejarah, tetapi juga panggilan untuk terus menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang membangun bangsa.

“80 tahun Indonesia merdeka, bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga tentang bagaimana kita menyatukan tekad untuk masa depan yang lebih baik. Persatuan adalah kekuatan utama kita, terutama di era globalisasi yang rentan memecah belah nilai kebangsaan,” ujar Rofiqi dalam sambutannya.

Anggota Komisi XIII DPR RI yang membidangi masalah hukum, hak asasi manusia, keimigrasian dan pemasyarakatan, serta penanggulangan terorisme ini juga menyoroti tantangan kekinian seperti polarisasi politik, penyebaran hoaks di media sosial, dan ancaman disintegrasi bangsa. Menurutnya, persoalan tersebut hanya bisa dihadapi dengan memperkuat kesadaran kolektif akan nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam Sosialisais Ketetapan MPR RI.

“Nilai-nilai kebangsaan sendiri merupakan keyakinan dan prinsip yang menjadi dasar bagi terbentuknya identitas dan karakter suatu bangsa. Nilai-nilai ini mencerminkan identitas, karakter, dan cita-cita bangsa tersebut. Bagi Indonesia, nilai-nilai kebangsaan bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika, serta nilai-nilai budaya yang telah mengakar dalam masyarakat,” urai Anggota Dewan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan 1 itu.

Rofiqi juga menjelaskan, “Banyak generasi muda hari ini terpapar informasi yang membingungkan dan tak jarang menjauhkan dari semangat kebangsaan. Oleh karena itu, sosialisasi ini sangat penting untuk memperkokoh fondasi ideologis bangsa,” lanjutnya.

Pada praktiknya, lanjut Rofiqi, nilai-nilai kebangsaan dapat dilakukan dengan mengamalkan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar Negara Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari cinta tanah air, menjaga persatuan, hingga bertindak adil dan bertanggung jawab.

“Tujuannya adalah memperkuat identitas bangsa, menjaga keutuhan negara, dan menciptakan masyarakat yang harmonis. Mengingat Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari 17.000 pulau dengan beragam suku-bangsa, bahasa, agama dan kepercayaan, serta adat istiadat yang melekat,” terangnya.

Dalam sesi diskusi interaktif tersebut, peserta menyambut baik materi yang disampaikan dan mengajukan berbagai pertanyaan serta masukan. Beberapa di antaranya menyampaikan pentingnya pendidikan kebangsaan yang dimulai dari usia dini, penguatan ekonomi lokal berbasis gotong-royong, serta perhatian terhadap daerah tertinggal di Kalimantan Selatan.

Kegiatan Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat umum dari berbagai lapisan, berlangsung pada hari Kamis 31 Juli 2025, di Kelurahan Keraton, Kec. Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini mengusung tema besar, “80 Tahun Indonesia Merdeka: Menyatukan Tekad, Menguatkan Persatuan, Menjaga Keutuhan Bangsa”, yang merefleksikan semangat kebangsaan dan persatuan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rofiqi juga menyampaikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen.

Dengan semangat memperingati HUT RI ke-80, kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jati diri kebangsaan, serta menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah warisan berharga yang harus terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.

“Sebagai wakil rakyat dari Kalimantan Selatan, saya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dalam setiap sanubari warga. Mari kita songsong 80 tahun kemerdekaan dengan semangat persatuan dan tekad menjaga Indonesia tetap utuh dan berjaya,” tutupnya. (gha/gin)

Komentar

Komentar

Check Also

Jamal Mirdad: Perlu Sinergi AntarEtnis dan Agama Tanggulangi Bencana

Bidik.co — Kabupaten Kendal — Bencana alam merupakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan alam yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.