Home / Ekobis / Pertamina Resmi Bubarkan Petral

Pertamina Resmi Bubarkan Petral

bidik.co — PT Pertamina (Persero) akhirnya memutuskan mulai Rabu (13/5/2015) resmi membubarkan dan melikuidasi anak usahanya yang bermarkas di Singapura, Pertamina Energy Trading Limited (Petral) Group.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menuturkan, pihaknya telah melapor ke pemegang saham dan pemerintah mengenai hasil kajian tentang keberadaan Petral, setelah Januari 2015 perseroan melakukan revitalisasi untuk pengadaan minyak ke Integrated Supply Chain (ISC).

‎”Dalam tiga bulan beroperasi, kita melihat dampak positifnya sesuai arahan pemerintah untuk melakukan kajian terhadap Petral. Kami melihat peran Petral sudah tidak signifikan dalam proses bisnis di Pertamina, akhirnya Pertamina memutuskan untuk penghentian kegiatan Petral,” ucapnya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Dia menjelaskan, kegiatan bisnis Petral terutama untuk kegiatan ekspor dan impor akan dijalankan Pertamina melalui ISC. Perseroan pun akan merampungkan tata kelola dan perbaikan bisnis di ISC.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan, langkah pembubaran Petral akan didahului dengan financial dan legal due diligence, serta audit investigasi yang akan dilakukan.‎ Audit investigasi ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“‎Ada beberapa hal yang ditekankan Presiden terhadap Petral. Yaitu harus dilakukannya audit investigasi. Proses likuidasi ini harus dilakukan audit investigasi,” imbuhnya.

Menurut Rini, proses audit investigasi ini memungkinkan untuk ditindaklanjuti di ranah hukum jika ke depan ditemukan tindakan yang melanggar hukum. Proses likuidasi hingga audit investigasi ini ditargetkan rampung pada April 2016.

“‎Prosesnya kami minta ke direksi secara transparan. Likuidasi ini seluruhnya karena Petral itu satu grup (PES, dan Zambesi) semua akan dilikuidasi,” pungkas dia.

Menurut dia, dengan dibubarkannya ‎Petral maka otomatis total dana dan aset yang dimilikinya dipindahkan ke induk usaha, dalam hal ini Pertamina. Proses likuidasi ditargetkan rampung pada April 2016.

Rini menambahkan, pembubaran Petral tidak dengan pemikiran untuk membuat kembali perusahaan baru sebagai pengganti Petral. Saat ini, seluruh kegiatan Petral dilimpahkan ke Pertamina.

“Kita tidak mau mendahului dari hasil investigasi. Kalau lik‎uidasinya itu dilikuidasi total dan asetnya akan dipindahkan ke Pertamina. Tidak ada pemikiran pada saat ini untuk men-set up perusahaan baru, yang menggantikan Petral,” tandasnya. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Pulihkan Ekonomi, Jokowi Bubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Bentuk Komite Baru

bidik.co — Presiden Jokowi membubarkan Gugus Tugas Covid-19 yang selama ini dipimpin oleh Doni Monardo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.