Bidik.co — Depok — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Sekolah Cikal Madani menyelenggarakan workshop untuk guru-guru PAUD Cikal Madani. Workshop dilakukan untuk meningkatkan kualitas lembaga dan guru, dengan tema: “Pengembangan Kapasitas Kelembagaan & Tenaga Kependidikan”. Peningkatan kualitas tersebut dimulai dengan membangun motivasi, pembangunan karakter, penanaman nilai-nilai keislaman, pemahaman terhadap pentingnya pendidikan usia dini, dan kemampuan untuk manajemen pendidikan.
Begitu pentingnya peran motivasi dalam sebuah aktivitas pendidikan, ditekankan oleh Direktur Sekolah Cikal Madani Ahmad Fauzi bahwa tugas pertama seorang guru sebenarnya adalah menggali dan memunculkan motivasi para siswa sebelum memberikan materi-materi pelajaran. “Tentu saja, tugas pertama seorang guru sebenarnya adalah menggali dan memunculkan motivasi para siswa sebelum memberikan materi-materi pelajaran. Apabila tahap pertama ini sukses dilakukan, maka tak akan butuh energi besar untuk memindahkan materi pelajaran ke otak dan hati para siswa,” urai Fauzi dalam briefing awal workshop Guru PAUD Cikal Madani, di Depok Sabtu 28 Juni 2025.
Karena itu diingatkan, kalau proses ini gagal atau bahkan tidak dilakukan, maka semudah apapun materi yang “dicekokkan” guru pada siswanya, tak akan pernah mudah dikuasai siswa. “Sebaliknya, seberat apapun materi belajar, sepanjang rasa haus akan materi pembelajaran dan rasa lapar akan prestasi sudah mengobok-obok hati siswa, maka proses belajar akan mengalir begitu seru, asik, efektif dan penuh gairah, tentu hasilnya akan sangat maksimal,” tandasnya.
Sementara itu Anggota Dewan Pembina Yayasan Cikal Madani, Agus Ismanto dalam sambutan pembukaan menilai strategisnya peran guru dalam pendidikan dan pembangunan bangsa. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembentuk karakter, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik. “Guru juga berperan dalam mendorong perkembangan potensi siswa, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan tantangan zaman,” tuturnya.
Karena itu, peningkatan kualitas guru merupakan upaya penting dalam meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. “Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini, mulai dari melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, mengikuti pelatihan, hingga menciptakan budaya organisasi pembelajaran yang positif. Dan seperti sekarang ini yang kita lakukan dengan melakukan workshop dan penyiapan guru Cikal untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tandas Agus.
Sementara itu materi tentang peran strategis guru PAUD dalam menanamkan nilai-nilai Islam disampaikan oleh Ustadzah kondang Istiqomah Djamil, yang mengatakan bahwa guru PAUD sebagai orang tua kedua di sekolah harus memberikan rasa aman, nyaman dan menyenangkan pada anak-anak. Sehingga mudah bagi guru PAUD untuk menanamkan nilai-nilai Islam pada anak-anak.
“Kemudian Guru PAUD menjadi teladan bagi anak-anak harus memberi contoh yang baik, perkataan dan perbuatan. Karena sebagai peniru ulung, anak-anak akan meniru gurunya. Seharusnya guru memberi teladan yang baik. Berkata baik! Berdoa! Makan minum pake tangan kanan!” tegas Istiqomah.
Diuraikan juga bahwa, guru PAUD merupakan fasilitator, membantu anak-anak menemukan dan mengembangkan dirinya. Guru membantu mengenalkan Allah, Rasul-Nya, Kita, dan lain-lain.
“Guru sebagai pendidik dan pengajar, mengajarkan nilai-nilai Islam. Mengajarkan cara beribadah, sholat, berbagi, dan lain-lain. Caranya dengan story telling, menyanyikan lagu-lagu islami, praktek ibadah sholat, hafalan surat pendek, hadits, doa, bacaan sholat, nonton bersama film anak islami,” tandasnya.
Sedangkan materi evaluasi dan monitoring disampaikan oleh pendidikan sekaligus motivator dari lembaga pelatihan Sang Surya, Sani Arofah. Menurut Sani, evaluasi dan monitoring dalam kurikulum PAUD KB Cikal Madani merupakan bagian penting untuk memastikan keterhubungan yang erat antara materi pembelajaran, target pengembangan anak, dan indikator capaian yang telah ditetapkan, sehingga seluruh proses pendidikan benar-benar selaras dengan visi sekolah dalam membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, dan cinta belajar.
“Melalui proses evaluasi dan monitoring yang berkesinambungan, sekolah dapat meninjau efektivitas kurikulum secara menyeluruh, memastikan bahwa setiap langkah pembelajaran mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang holistik dan berorientasi pada perkembangan anak secara utuh,” urai Sani.
Sementara itu materi tentang peran strategis pendidikan anak usia dini disampaikan oleh dosen dan penelitian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Abdi Rahmat. Abdi menilai, pembangunan manusia harus dimulai sejak usia dini, bahkan sejak dalam kandungan. “Pembangunan manusia perlu dilakukan sejak dini untuk memastikan terbentuknya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Anak usia dini adalah priode yang sangat penting dalam siklus kehidupan manusia karena merupakan “golden age” atau usia keemasan,” terang Abdi.
Selanjutnya Abdi menjelaskan, “Mereka pada usia yang cepat untuk meniru, mencontoh dan mengidentifikasi apa yang diajarkan, disampaikan dan diucapkan serta dipraktikkan oleh kita sebagai orang dewasa” ujarnya.
Di usia dini pertumbuhan otak sangat cepat dan akan sangat mudah menyerap berbagai informasi dan meniru berbagai perilaku yang mereka temui. Karenanya, orang dewasa dan orang tua adalah role model , suri teladan bagi anak-anak usia dini ini. “Mereka adalah peniru ulung dari apa yang dikatakan dan dilakukan oleh orang dewasa yang dekat dengan kehidupan mereka sehari hari,” ungkapnya.
Untuk materi manajemen sekolah disampaikan oleh Ketua Yayasan Cikal Madani, Defayanti, yang menyebutkan bahwa manajemen sekolah sebagai upaya pengolahan proses pendidikan untuk mencapai suatu tujuan, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. “Pada dasarnya manajemen sekolah juga merupakan sebuah proses mengelola sekolah dengan merencanakan, mengorganisasikan, serta mengajar dan mengawasinya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Karena itu, PAUD Cikal Madani perlu konsisten untuk selalu menjaga pelaksanaan manajemen sekolah ini,” terang Defa.
Menurut Defa, dalam manajemen sekolah, kepala sekolah menempati posisi yang penting dan perlu memiliki fokus utama untuk mengembangkan sekolah, salah satu titik fokus utama kepala sekolah adalah manajemen pembelajaran. “Dengan prinsip tersebut, berarti setelah yayasan, direktur, kepala sekolah PAUD Cikal Madani perlu secara cermat menangani manajemen sekolah ini,” tandasnya. (#)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker