Home / Politik / Sri Meliyana: Pilkada Harus Perkuat Persatuan Bangsa

Sri Meliyana: Pilkada Harus Perkuat Persatuan Bangsa

Bidik.co – Lahat — Pilkada serentak 2024 telah dilaksanakan! Pesta demokrasi yang dihelat pada 27 November 2024 telah menghasilkan kepala daerah – kepala daerah, dan sebagian besar telah dilantik oleh Presiden pada 20 Februari 2025 itu, memunculkan berbagai dinamika yang mencerminkan wajah demokrasi Indonesia. Namun demikian, perjalanan demokrasi tidak berhenti pada pemungutan suara dan hasilnya. Justru setelah Pilkada inilah tanggung jawab kita sebagai warga bangsa diuji. Pilkada lah upaya untuk mengukuhkan kembali persatuan.

“Perbedaan pilihan selama kampanye adalah hal yang wajar, tetapi sekarang saatnya untuk melangkah maju bersama, mengesampingkan ego, dan merajut kembali harmoni. Demi kemajuan Indonesia, persatuan menjadi kunci yang tak bisa ditawar. Kita tidak bisa membiarkan perbedaan politik menjadi alasan untuk retaknya hubungan sosial di tengah masyarakat. Sebaliknya, keragaman harus menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA Sri Meliyana, saat sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI, di Aula Hotel Cendrawasih, Lahat, Selasa (25/02/2025).

Menurut Anggota MPR RI asal Daerah Pemilihan Sumatera Selatan II ini, persatuan usai Pilkada menjadi momen penting untuk memperkuat stabilitas sosial, ekonomi, dan politik. Pilkada bukan sekadar ajang untuk memilih pemimpin, tetapi juga menjadi tolok ukur bagaimana masyarakat mampu menjalani proses demokrasi dengan matang. Kini saatnya menyadari bahwa apa pun hasilnya, tujuan kita tetap sama, yaitu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.

“Melalui toleransi, penghormatan terhadap hasil pemilu, dan kolaborasi antarelemen masyarakat, kita bisa menciptakan suasana damai yang mendukung pembangunan. Dengan bersatu, Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan, memastikan bahwa demokrasi tidak hanya menjadi proses, tetapi juga fondasi bagi kesejahteraan bersama,” terang Mely, sapaan akrabnya.

Terkait dengan Pilkada di Lahat, Mely menuturkan bahwa hiruk pikuk kompetisi dalam pilkada sudah selesai dan berakhir, maka selanjutnya semua pihak harus bersama-sama berkontribusi bagi Kabupaten Lahat. Hal demikian, baginya merupakan salah satu nilai filosofis yang ada pada sila ke-3 dari Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Sila ini bertujuan agar seluruh warga Indonesia bersatu padu tanpa membedakan asal usul dan latar belakang.

“Kita baru saja menyelesaikan perhelatan pilkada, dengan segala hiruk pikuknya. Dan saat ini kita telah memiliki pemimpin kepala daerah yang baru saja dilantik. Maka, pada momentum sosialisasi ini, sesuai dengan nilai filosofis yang ada dalam sila ke-3 dari Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Sila ini bertujuan agar seluruh warga Indonesia bersatu padu tanpa membedakan asal usul dan latar belakang. Dengan begitu, kita harus kembali merefleksikan nilai dan cita-cita yang ada di dalamnya, guna mewujudkan persatuan, kesatuan, dan gotong-royong untuk membangun Kabupaten Lahat,” urai Mely.

“Mari kita bersama- sama bergandengan tangan, bersatu, dan guyub dalam mendukung pemerintahan daerah yang baru. Jangan lagi ada sekat atau pemisah antarkelompok masyarakat yang terkooptasi oleh kompetesi pilkada yang lalu. Saat ini kita satu, harus bersatu untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Lahat yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sosialisasi tersebut tampak antusiasme masyarakat peserta sosialisasi, yang mengikuti serta menanggapi materi pemaparan yang disampaikan Sri Meliyana hingga akhir.

Salah satunya Nova, mewakili peserta sosialisasi, yang mengharapkan agar sosialisasi seperti ini lebih rutin dilakukan secara berkala yang pelaksanaannya dapat dilakulan di kampung atau desa terluar, yang jauh dari akses keramaian dan keterbukaan.

“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini, yang sampai sejauh ini sangat terasa dampak positifnya, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Lahat. Oleh karenanya, harapan ke depan, agar pelaksanaan sosialisasi ini dapat lebih rutin dilaksanakan dengan pelaksanaan yang dilakukan di wilayah yang jauh dari akses keterbukaan informasi dan digitalisasi,” ujar Nova.

“Mengingat arti pentingnya acara sosialisasi ini, guna membuka wawasan dan pengetahuan serta informasi akan persoalan kebangsaan, terima kasih,” sambungnya. (ki/ri)

Komentar

Komentar

Check Also

Jamal Mirdad: Pancasila Jadi Falsafat Untuk Bangun Kepekaan Sosial dan Budaya Sadar Bencana

Bidik.co — Kabupaten Kendal — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai GERINDRA, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.