Home / Politik / Usai Idulfitri, Anggota DPR RI Muhammad Rofiqi Ajak Masyarakat Bangun Negeri Lewat Toleransi

Usai Idulfitri, Anggota DPR RI Muhammad Rofiqi Ajak Masyarakat Bangun Negeri Lewat Toleransi

Bidik.co — Banjar — Sebulan penuh menunaikan ibadah puasa pada bulan suci Ramadan dengan penuh sukacita dan kebersamaan, dilanjutkan dengan silaturahmi. Silaturahmi dimaksudkan untuk mengembangkan sikap toleransi antarumat beragama. Dari fondasi toleransi akan terbangun negeri yang kuat.

Hal itu disampaikan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan I, Muhammad Rofiqi, dalam Sosialisasi Hasil-hasil Ketetapan MPR RI sekaligus silaturahmi dengan beberapa umat beragama, di Desa Akar Bagantung, Kec. Martapura, Kab. Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis 24 April 2025.

Menurut Rofiqi, praktik toleransi umat beragama di Kalimantan Selatan pada bulan suci Ramadan berjalan lancar, sehingga  persaudaraan di antara umat beragama terjalin dengan baik. Bulan suci Ramadan sebagai momentum kolektif untuk membangun negeri dengan akhlak.

“Idulfitri bukan hanya momentum untuk kembali suci, tetapi juga untuk memperkuat ikatan sosial kita sebagai warga negara yang hidup dalam kebhinekaan. Toleransi bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi praktik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Muhammad Rofiqi.

Dengan mengutip data Kementerian Agama Kalimantan Selatan tahun 2023, Rofiqi menjelaskan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan tahun 2023 sebesar 73,53, sehingga mengalami peningkatan dari tahun 2022  sebesar 69,68, dan tahun 2021 sebesar 65,66.

“Menurut saya, terkait dengan kerukunan umat beragama ini, pada tahun 2023 Kemenag Kalsel berhasil membukukan indeks kerukunan umat beragama sebesar 73,53, sehingga mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar 69,68, dan 2021  sebesar 65,66. Kemenag juga menargetkan indeks kerukunan umat beragama Kalsel pada tahun 2025-2029 mencapai 78 poin,” tutur Rofiqi bangga.

Ia juga menambahkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan bagian dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara—bersama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, harus terus diinternalisasi oleh generasi muda agar bangsa ini tetap kokoh di tengah tantangan zaman. Karena itu dirinya mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap isu-isu kebangsaan dan terus menjadi agen perdamaian di tengah maraknya ujaran kebencian dan polarisasi di ruang publik.

“Sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan tumbuh di masyarakat. Sosialisasi seperti ini adalah wujud nyata komitmen MPR RI untuk menjaga keutuhan bangsa,” urai Rofiqi.

“Sila pertama, ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, mengajarkan kita untuk menghargai dan menghormati perbedaan keyakinan. Inilah akar dari toleransi. Sedangkan sila ketiga, ‘Persatuan Indonesia’, mengingatkan kita bahwa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya, kita tetap satu bangsa,” ujar Rofiqi.

Dengan mengimplementasian sila pertama dalam Pancasila menjadikannya sebagai pedoman bagi masyarakat agar dapat menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat solidaritas sosial, sehingga dapat mencengah konflik antarumat beragama yang sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

“Mari kita jaga Kalimantan Selatan sebagai wilayah yang damai dan rukun. Kita mulai dari hati yang bersih pasca-Ramadan, dan terus amalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (ai/gin)

Komentar

Komentar

Check Also

Jamal Mirdad: Perlu Sinergi AntarEtnis dan Agama Tanggulangi Bencana

Bidik.co — Kabupaten Kendal — Bencana alam merupakan peristiwa yang terjadi akibat perubahan alam yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.