Home / Politik / Usai Putusan MK, SBY Komitmen Temui Presiden Terpilih

Usai Putusan MK, SBY Komitmen Temui Presiden Terpilih

bidik.co – Pada Kesempatan Pertama, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menemu presiden terpilih hasil Pemilu Presiden 2014, begitu ada putusan Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8/2014).

“Bertemu dengan presiden terpilih setelah putusan MK merupakan komitmen Presiden Yudhoyono yang akan dipenuhinya dalam kesempatan pertama yang memungkinkan,” kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, Rabu (20/8/2014) malam, di Jakarta.

Pertemuan tersebut, kata Daniel, selain bertujuan agar terjadi peralihan kekuasan yang dapat menjadi preseden bagi suksesi kepemimpinan lima tahunan berikutnya, juga diharapkan dapat digunakan Presiden Yudhoyono untuk menyampaikan pandangannya tentang capaian dan pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan berikutnya.

“Komunikasi langsung itu merupakan prakarsa Presiden Yudhoyono sendiri,” ujar Daniel. “Dari sanalah kesinambungan dan perbaikan diharapkan menjadi benang merah yang menghubungkan pemerintah saat ini dengan pemerintah mendatang.”

Terkait putusan MK, Kamis, Daniel berpendapat siapa pun harus menghormati putusan tersebut sebagai bagian dari komitmen tak terpisahkan dari komitmen semua pihak menyukseskan pemilu presiden dan pilihan rakyat.

Sebelumnya Presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi mengapresiasi pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang bersama DPR RI dan DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014). Terutama pernyataan tentang kesiapan SBY mendukung presiden penerusnya.

“Poin yang paling penting tadi beliau menyampaikan bahwa beliau siap membantu presiden terpilih,” kata Jokowi usai mengikuti rapat bersama DPR dan DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Menurut Jokowi, pernyataan itu menunjukkan bahwa SBY ingin proses transisi pemerintahan berjalan dengan semulus mungkin. Jokowi berharap SBY merealisasikan pernyataannya itu dengan bersikap terbuka kepada dirinya.

“Persoalan-persoalan yang ada, masalahnya sampai sekarang, misalnya ada yang baru diselesaikan setengah, kan nanti bisa disampaikan kepada presiden terpilih,” ujar mantan Walikota Surakarta ini.

Namun, Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati proses sengketa Pemilu Presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, komunikasi dengan SBY baru akan dilakukannya setelah MK membuat keputusan tanggal 21 Agustus mendatang.

Saat ditanya apakah dukungan SBY merupakan sinyal merapatnya Partai Demokrat, Jokowi enggan berspekulasi. Menurutnya, hal tersebut akan jelas setelah keputusan MK.

“Ya nanti, tunggu tanggal 21. Ya sabar tinggal nunggu sehari dua hari aja kok,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, dalam pidatonya, SBY mengucapkan selamat kepada presiden terpilih periode 2014-2019. Namun, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat itu tidak menyebut nama Jokowi. Ia memilih untuk menggunakan frase “Presiden terpilih yang nanti akan disahkan oleh Mahkamah Konstitusi”.

“Di mimbar yang mulia ini, saya, Susilo Bambang Yudhoyono, juga berjanji untuk membantu siapapun yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014 – 2019, jika hal itu dikehendaki,” ucap SBY. (if)

Komentar

Komentar

Check Also

Fahry Hamzah: Negara Makin Hari Makin Merampas Pekerjaan Yang Dilakukan oleh Rakyat

Bidik.co — Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019, Fahry Hamzah menilai negara makin hari makin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.