Home / Politik / Wamenlu Berharap Democracy Forum Selanjutnya Diikuti Lebih Banyak Politisi

Wamenlu Berharap Democracy Forum Selanjutnya Diikuti Lebih Banyak Politisi

bidik.co – Ajang demokrasi tahunan Forum Demokrasi Bali ketujuh (Bali Democracy Forum VII) yang dilaksanakan di Bali International Convention Center, Denpasar, Bali, ditutup oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal, Sabtu, (11/10/2014).

Kesimpulan sementara yang dapat ditarik dari forum yang berlangsung 2 hari itu, menurut Dino, adalah persamaan pendapat dari hampir seluruh negara peserta bahwa pembangunan politik demokratis harus beriringan dengan pembangunan ekonomi dan sosial.

“Pada intinya hampir semua (peserta) percaya bahwa pembangunan politik demokratis dan pembangunan sosial ekonomi harus berjalan bersamaan, cuma caranya yang berbeda-beda,” ujar dia.

Wamenlu Dino juga mengatakan karena tema BDF VII yang mengandung pembahasan mengenai dinamika politik, diharapkan pada forum yang akan datang akan lebih banyak politisi yang terlibat di forum tersebut. “Dalam BDF selanjutnya harus lebih banyak politisi yang dilibatkan,” ucap Dino.

Dino berpendapat keberadaan politisi sangat dibutuhkan dalam perhelatan tersebut, karena urusan mengenai perkembangan demokrasi biasanya lebih dimengerti oleh politisi.

“Ini kan mengenai politik demokrasi, dan politisi jauh lebih memahami isi perut politik, pemerintahan dan parlemen daripada para diplomat atau menlu. Harapannya ke depan lebih banyak orang-orang politik yang ambil andil di sini,” kata mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu.

Dino pun menyebutkan, dalam Forum Demokrasi Bali yang berlangsung tahun ini, para peserta forum fokus membahas kesinambungan antara perkembangan ekonomi, sosial dan demokrasi.

Forum Demokrasi Bali VII berlangsung pada 10-11 Oktober 2014 di Bali International Convention Center (BICC), dengan tema ‘Evolving Regional Democratic Architecture: The Challenges of Political Development, Public Participation, and Socio-Economic Progress in the 21st Century’.

Forum demokrasi tahunan ini dihadiri oleh 85 negara yang terdiri dari negara peserta dari kawasan Asia-Pasifik dan negara pengamat dari luar kawasan Asia-Pasifik, serta 8 organisasi internasional.

Dalam pertemuan 2 hari itu, para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara membahas beberapa subtema. Salah satunya mengenai tantangan pembangunan politik dan kemajuan sosial ekonomi, terutama negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Bali Democracy Forum (BDF) ternyata membekas bagi sejumlah delegasi. Banyak dari mereka mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan BDF di tahun berikutnya.

Salah satu Delegasi yang mendukung dan mengaspirasi BDF adalah Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty. Tidak segan-segan Moriarty menyebut BDF adalah forum yang sangat berguna.

“Karena di forum ini negara-negara bersama-sama datang dan berbagi pengalaman tentang demokrasi serta tantangannya yang mereka hadapi,” sebut Moriarty, Sabtu (11/10/2014).

“Secara partikular BDF memberikan kesempatan bagi Indonesia membagikan pengalaman transformasi demokrasi yang terjadi selama 15 tahun terakhir,” sambung dia.

Senada dengan Moriarty, Dubes Ukraina untuk Indonesia, Volodymyr Pakhil juga menyampaikan apresiasi yang sama. Pakhil menyebut semua delegasi yang hadir terlihat sangat senang dengan BDF.

“Saya harap ide ini dapat terus dilanjutkan dan saya harap perwakilan lainnya juga mendukung,” kata Pakhil.

“Saya pikir atmosfer di BDF sangat bagus, kalian bisa lihat di sini kita bisa bebas bertukar pandangan dan pengalaman,” tambah dia.

Pernyataan dan pujian dari Moriarty dan Pakhil dipertegas dengan komentar Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh. Dia mengatakan, BDF merupakan forum positif dan pantas dilanjutkan.

“Jadi untuk semua niat baik, kelanjutan acara ini benar-benar direkomendasikan,” pungkas Farazandeh.

Bali Democracy Forum yang diprakarsai oleh Indonesia pada 2008 merupakan forum regional tahunan yang bersifat inklusif dan terbuka untuk membahas perkembangan demokrasi. (if)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pemerintah Harus Bersikap Adil Atas Vaksin Karya Anak Bangsa

bidik.co — Baru beberapa waktu nama Vaksin Nusantara ramai dibahas khalayak publik, jalan Terawan Agus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.