Husna, Pemerhati Kebijakan Publik
Bidik.co — Pidato perdananya di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2024), Presiden Prabowo Subianto mengatakan, demokrasi merupakan pilihan yang sudah diambil oleh para pendiri bangsa. Dia mengatakan, demokrasi yang dijalankan harus memiliki ciri khas Indonesia. Nilai demokrasi terdapat pada Pancasila, kedaulatan rakyat yang telah ditempatkan setinggi-tingginya.
Namun Prabowo mengingatkan, “Kita menghendaki kehidupan demokrasi, tapi marilah kita sadar bahwa demokrasi kita harus demokrasi yang khas, demokrasi yang cocok untuk bangsa kita, demokrasi yang berasal dari sejarah dan budaya kita.”
Karena itu, Prabowo menginginkan demokrasi yang dijalankan di Indonesia harus santun. Demokrasi di Indonesia juga harus tanpa permusuhan dan mengoreksi tanpa mencaci.
“Demokrasi kita harus demokrasi yang santun, demokrasi di mana beda pendapat harus tanpa permusuhan, demokrasi di mana mengoreksi harus tanpa caci maki, bertarung tanpa membenci, bertanding tanpa berbuat curang. Demokrasi kita harus demokrasi yang menghindari kekerasan.”
Demokrasi Indonesia harus sejuk dan damai. Demokrasi harus dilakukan dengan menghindari kemunafikan. Prabowo merumuskan, “Hanya dengan persatuan dan kerja sama kita akan mencapai cita-cita para leluhur bangsa.”
Melelahkan
Di sisi lain dalam wawancara khusus dengan Al Jazeera yang dirilis pada Minggu (12/5/2024), Presiden Prabowo mengatakan, ajang pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif digelar berdekatan dengan pemilihan kepala daerah, sehingga melelahkan! Meski demikian, hal itu bagian terbaik dari proses demokrasi dan harus dipertahankan. Selain itu, sistem demokrasi yang dikehendaki rakyat.
”Sistem demokrasi merupakan keinginan rakyat Indonesia. Rakyat menginginkan sistem demokrasi. Kekuasaan berasal dari rakyat. Kita memimpin, kita memerintah dengan persetujuan rakyat.” Karenanya, demokrasi merupakan sistem politik yang terbaik, dan belum terdapat alternatif sistem lain.
Di Indonesia, menurut Prabowo, memang terdapat sejumlah kelemahan dari pelaksanaan demokrasi. Namun, problem itu harus dihadapi dan dicari jalan keluarnya. Prabowo membantah penilaian yang menganggap perkembangan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran. Dicontohkan mengenai demokrasi Indonesia yang tetap baik, keikutsertaannya dalam empat kali pilpres selepas era reformasi. Suksesi pemerintahan di tingkat provinsi serta kabupaten/kota berganti secara periodik.
Bagi Prabowo, Indonesia memiliki demokrasi yang hidup dan dinamis. Persoalan demokrasi di Indonesia, justru dihadapkan dengan kondisi yang membahayakan, melelahkan, dan berantakan, karena problem korupsi dan ketimpangan ekonomi. ”Namun, itu masalah yang harus kami hadapi,” ingat Prabowo.
Kekhawatiran Jalannya Demokrasi
Saat menghadiri Qatar Economic Forum Kamis (16/5/2024) muncul pertanyaan yang mengkhawatirkan terhadap jalannya demokrasi di Indonesia, karena Prabowo berlatar belakang militer. Prabowo memastikan bahwa latar belakangnya sebagai militer tak akan mempengaruhi jalannya demokrasi di kepemimpinannya mendatang.
“Saya akan menjadi diri saya sendiri dengan tulus. Itu berarti setia pada prinsip, nilai, cita-cita sebagai seorang patriot. Nilai utama saya adalah kesejahteraan rakyat saya. Rakyatku harus aman, tidak boleh lapar dan harus mempunyai kehidupan yang baik. Itulah impian setiap patriot di setiap negara di dunia.”
Prabowo lantas mengungkit dirinya yang pernah berkarier di bidang militer. Meski lama bergelut di militer, ia menegaskan semua itu tidak akan mempengaruhi kebijakannya, termasuk soal demokrasi di kepemimpinannya.
“Anda tahu, saya sudah keluar dari militer selama, mungkin lebih dari 25 tahun. Jadi menurut saya hanya itu yang Anda sebut militeristik? Ini tidak relevan, itu tidak ada hubungannya dengan apa pun!” tegas Prabowo berargumen.
Prabowo menilai kekhawatiran mengenai demokrasi di Indonesia justru dibuat oleh segelintir orang. Prabowo kemudian menarik waktu ke belakang bahwa dirinya pernah tiga kali kalah dalam gelaran Pilpres sebelumnya.
“Dan soal demokrasi, kenapa tidak bertanya pada masyarakat Indonesia? Saya ikut kontestasi pemilu sudah empat kali dan meminta persetujuan masyarakat Indonesia tiga kali. Mereka tidak memberikan persetujuan saya. Kali ini mereka memberikan persetujuan. Di mana kekhawatiran terhadap demokrasi? Menurut saya, ini adalah dibuat-buat oleh segelintir orang.”
Prabowo menekankan, dirinya akan bekerja keras demi rakyat Indonesia. Prabowo ingin meninggalkan warisan yang baik bagi masyarakat Indonesia. “Jadi saya akan bekerja sangat keras agar tidak mengecewakan rakyatku. Warisan yang ingin kita tinggalkan adalah nama baik, nama baik dalam sejarah negara kita.”
Bagi Prabowo yang dibesarkan di banyak negara dan melihat banyak dari mereka yang sangat miskin, tidak bisa menerima hal itu terjadi pada rakyatnya kini. “Dalam hatiku, aku tidak bisa menerima hal itu di zaman sekarang ini. Indonesia anggota G20. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Banyak warga saya yang masih menjalani kehidupan yang sangat-sangat sulit. Dan itulah yang mendorong saya.”
Prabowo mengatakan keinginannya untuk melayani didasari keikhlasan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia, memberikan kontribusi dengan wawasan dan pengalaman dalam kepemimpinannya.
“Saya ingin melakukan bagian saya. Saya ingin memberikan kontribusi dengan wawasan saya dan pengalaman saya dalam kepemimpinan saya. Saya yakin saya dapat berkontribusi banyak untuk memperbaiki kehidupan masyarakat saya.” (*)
BIDIK.co Terbaik untuk Masyarakat

Website & Logo Maker