Home / Politik / Berbuat Onar Saat Putusan MK, Polda Ancam Tembak di Tempat

Berbuat Onar Saat Putusan MK, Polda Ancam Tembak di Tempat

bidik.co – Polda Metro Jaya akan menembak di tempat pelaku keonaran yang membahayakan masyarakat pada saat pembacaan putusan sengketa hasil pemilihan presiden (pilpres) pada Kamis (21/8/2014).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (18/8/2014), mengatakan Polri akan menerapkan Prosedur Tetap (Protap) Nomor 01 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarkistis.

Regulasi itu menjelaskan langkah yang dapat diambil personel setelah melihat tingkat kerawanan maupun eskalasi ancaman. Ada beberapa tahapan ancaman mulai dari skala ringan hingga berat.

Apabila sudah mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat, personel dipersilakan membuat tembakan peringatan. Jika tembakan peringatan tetap dihiraukan, barulah tindakan tegas berupa tembak di tempat boleh dilakukan.

“Soal kerusuhan, itu ada protapnya. Anarkistis, rusuh, membuat keributan, akan digunakan Protap Nomor 01. Semua (aturan) sudah ada dan tinggal menjalankan saja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menyusun rencana kontigensi dalam pengamanan sidang pembacaan keputusan sengketa pilpres di gedung Mahkamah konstitusi (MK) pada Kamis, 21 Agustus 2014 mendatang.

“Ada 3.500 personel yang diturunkan untuk pengamanan di gedung MK. Kita juga telah menyiapkan rencana kontigensi,” jelas Rikwanto kepada wartawan, Senin (18/8).

Dalam rencana itu, sambung Rikwanto, akan melibatkan kurang lebih 21 ribu personel dari Brimob yang didatangkan dari beberapa Polda yang ada di daerah.

“Akan ada 21 ribu personel polisi kita datangkan dari Polda-Polda Daerah. Tentunya melalui Mabes Polri ya. Mereka akan ditempatkan di titik-titik tertentu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Rikwanto.

Sedangkan untuk pengamanan di sekitar gedung MK akan dibagi dalam empat ring yakni ring pertama di dalam ruangan sidang, ring ke dua di pagar dan jalan MK, sedangkan ring ketiga di sekitar lampu merah Harmoni. (if)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.