Home / Hukum / Dapat Dukungan Melbourne University, Denny Indrayana Siap Diperiksa Bareskrim

Dapat Dukungan Melbourne University, Denny Indrayana Siap Diperiksa Bareskrim

bidik.co — Bareskrim Polri akan meminta keterangan Denny Indrayana sebagai tersangka pagi hari ini. Kuasa hukum Denny, Defrizal menegaskan bahwa kliennya telah mempersiapkan semua berkas.

“Sampai tadi malam beliau menyatakan akan hadir menjalani pemeriksaan. Tentunya kita siapkan semua dukungan,” ujar Defrizal, Jumat (27/3/2015).

Denny ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi berkaitan dengan pelaksanaan payment gateway pada Tahun Anggaran 2014 Kemenkum HAM. Saat itu Denny masih menjabat sebagai Wakil Menteri hukum dan HAM yang berniat memperbaiki pelayanan.
Surat pemanggilan Denny bernomor S.Pgl/522/III/2015/Tipidkor. Surat panggilan itu tertanggal 24 Maret 2015, dan ditandatangani Direktur Tindak Pidana Korupsi selaku penyidik, Brigjen Pol Akhmad Wiyagus. Banyak kalangan menilai penetapan tersangka Denny lantaran dirinya aktif membela KPK.

“Panggilan jam 09.00 WIB, kita coba jam itu ke sana (Bareskrim),” imbuh Defrizal.

Sementara itu, Melbourne University tidak akan mencabut gelar guru besar di bidang hukum dan humaniora kepada Prof Denny Indrayana, meski mantan Wamenkum HAM itu ditetapkan sebagai tersangka. Kampus terkemuka dari Australia ini sudah tahu betul seperti apa sosok Denny.

“Saya mengenalnya dengan baik. Dia orang yang jujur, terbuka, pemberani dan seorang pakar hukum yang sangat mendukung reformasi di Indonesia. Dan teman-teman saya di fakultas ini juga memiliki pandangan serupa,” ujar Profesor Tim Lindsey dari Fakultas Hukum (FH) Melbourne University, Kamis (26/3/2015).

Denny selama ini dikenal sebagai sosok yang lantang mendukung gerakan pemberantasan korupsi. Dia menjadi motor di balik ditingkatkannya pelayanan publik di Kemenkum HAM dan pengetatan remisi untuk koruptor.

Namun sayangnya, perubahan yang dilakukan Denny dalam proyek payment gateway yang bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada publik, malah dijadikan bahan Bareskrim Polri untuk menjerat Denny. Banyak aktivis antikorupsi meyakini sangkaan itu terkait dengan sikap Denny yang lantang membela KPK konflik dengan Polri.

Terkait dengan hal itu, Lindsey mengatakan FH Melbourne University tidak percaya dengan sangkaan polisi. Pihak fakultas tetap meyakini apa yang dilakukan Denny semata-mata untuk reformasi.

“Dia memang sangat berani untuk melakukan reformasi. Dia berani menyuarakan antikorupsi. Denny ini yang seharusnya dilindungi dan dibela. Saya pribadi tidak percaya dengan sangkaan polisi,” ujar Direktur Pusat Kajian Indonesia, Islam dan Masyarakat di FH Melbourne University itu. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan Akan Bongkar Kecurangan KPU dan Parpol

bidik.co — Kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 tampaknya akan dibongkra oleh mantan komisioner Komisi Pemilihan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.