Home / Politik / Ical Yakin, Pohon Beringin Tak Mudah Tumbang

Ical Yakin, Pohon Beringin Tak Mudah Tumbang

bidik.co — Aburizal Bakrie mengisyaratkan dia masih memegang kendali penuh atas Partai Golkar yang ia pimpin. Ia pun mengajak kubu lawannya, Agung Laksono cs, untuk bergabung kembali dengan dia di bawah satu Golkar.

Ical mengingatkan bahwa upapa-upaya Agung atau kelompok lain untuk menumbangkannya dari pucuk kepemimpinan Golkar, tak bakal mudah.

“Golkar adalah partai solid dan tak bisa dipecah-pecah oleh siapapun. Golkar adalah pohon beringin yang rindang, yang tak mudah tumbang oleh angin seribut apapun,” kata Ical dalam pidato politiknya saat membuka Musyawarah Nasional Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu malam (30/11/2014).

Golkar, ujar Ical, telah mengalami pasang-surut dan suka-duka. Ia menyayangkan keputusan sepihak kubu Agung membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar.

“Kepada mereka, saya ajak untuk kembali ke jalan yang benar, ke bawah pohon beringin teduh, karena (upaya) itu adalah kudeta yang bersifat inkonstitusional,” kata Ical.

Mantan menteri koordinator kesejahteraan rakyat itu juga mengatakan bahwa Golkar adalah partai senior yang telah berusia setengah abad. Oleh sebab itu Ical mengajak kader Golkar untuk matang dan dewasa dalam berpolitik dan mengambil keputusan.

“Dua-tiga hari mendatang, partai kita akan memilih nakhoda. Saya yakin Saudara-saudara bisa memilih dengan tepat. Di tangan Saudara, terletak masa depan Golkar,” kata Ical di pengujung pidatonya.

Agung yang berulang kali disinggung Ical dalam pidatonya, tak menghadiri Munas Bali. Ia menolak Munas ini dan akan menggelar Munas tandingan pada Januari 2015. Munas Bali, menurut Agung, sejak awal sudah tak demokratis dan hanya diskenariokan untuk memenangkan Ical kembali sebagai ketua umum Golkar lima tahun ke depan.

Tudingan Agung itu dibalas Ical dengan meminta kader Golkar agar tak menggunting dalam lipatan.

Ical juga menyindir para penentangnya agar mau kembali bersatu ke dalam satu barisan Golkar yang solid.

Dalam penutup pidatonya, Ical -panggilan akrab Aburizal- menyampaikan tiga buah pantun yang mana dua diantaranya berisi sindiran yang kemudian disambut meriah tepuk tangan peserta munas.

“Agar tak ada yang menggunting dalam lipatan,” kata Ical di ujung pantun keduanya.

Selain pantun Ical juga mengajak agar para penentangnya kembali ke bawah beringin yang teduh. Sebab menurutnya beringin yang teduh merupakan jalan yang benar.

“Saya mengajak untuk kembali ke jalan yang benar, kembali ke beringin yang teduh dan kembali menjaga soliditas partai kita,” kata Ical lagi.

Ical lantas mengutuk cara kekerasan yang diambil oleh para penentangnya.

“Tidak mungkin membawa kebajikan jika dicapai dengan metode premanisme,” katanya.

Setelah berpantun dan menyindir-nyindir para tokoh yang bergabug di Tim Penyelamat Partai Golkar, Aburizal kemudian secara resmi membuka munas dengan cara memukul gong sebagai penanda. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Meski Tugasnya Berat, Mahfud MD Minta Aparat di Papua Tak Mudah Terpancing Provokasi

bidik.co – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta aparat yang bertugas di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.