Home / Uncategorized / Jamal Mirdad Tegaskan, Junjung Tinggi Kemerdekaan dan Tolak Berbagai Bentuk Penjajahan!

Jamal Mirdad Tegaskan, Junjung Tinggi Kemerdekaan dan Tolak Berbagai Bentuk Penjajahan!

Bidik.co — Kendal — Turut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia merupakan salah satu tujuan fundamental berdirinya Bangsa Indonesia, dengan menjalin hubungan antarnegara dan organisasi internasional. Komitmen ini bukan sebatas formalitas dalam mencari panggung di lingkungan global, melainkan pengejawantahan dari nilai-nilai kemanusiaan melalui jalinan hubungan harmonis antarnegara dan organisasi internasional.

“Perdamaian dunia bukan sebatas tidak adanya perang, melainkan wujud dari perdamaian itu sendiri, dengan menghadirkan keadilan, toleransi, dan kebahagiaan bagi setiap bangsa. Terjalinnya hubungan baik antarnegara yang terhindar dari konflik, perang, maupun kekerasan antarnegara di seluruh dunia,” tegas Anggota MPR RI, Jamal Mirdad dalam Sosialisasi Hasil Keputusan MPR RI, di Kabupaten Kendal, Kamis (12/3/2026).

Dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 ditegaskan, perdamaian dunia merupakan salah satu tujuan utama berdirinya Bangsa Indonesia, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Amanat konstitusi ini menegaskan bahwa posisi Indonesia saat ini menjunjung tinggi kemerdekaan suatu bangsa dan dengan jelas menolak berbagai bentuk penjajahan di atas dunia, yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan,” urai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Peran Indonesia dalam perdamaian dunia diwujudkan melalui kontribusi dan partisispasinya baik dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, Misi Kontingen Garuda, Gerakan Non-Blok (GNB), Deklarasi Djuanda, maupun peran yang tak kalah pentingnya dalam Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai bagian yang memprakarsai berdirinya organisasi ini.

Peran aktif tersebut berakar pada prinsip politik luar negri Indonesia “Bebas Aktif”. Bebas yang dimaksud ialah Indonesia tidak memihak pada blok manapun, sedangkan aktif berarti Indonesia terlibat aktif dalam memberikan kontribusi dalam penyelesaian konflik internasional.

Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi itu, menjelaskan bahwa “Ketika Indonesia memegang teguh prinsip ini, maka memungkinkan Indonesia menempati posisi sebagai bridge builder (jembatan penghubung) atau mediator yang netral, namun tegas dalam penyelesaian konflik internasional.”

Menurut Jamal, sejak awal, Indonesia secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi internasional, bantuan kemanusiaan, dan solidaritas publik.

“Dalam mendukung hal tersebut di era kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia bergabung menjadi bagian dari Board of Peace (BoP) yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan yang terjadi di Gaza dan terus menyuarakan perdamaian dunia,” urainya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif. Para peserta yang terdiri dari masyarakat, mahasiswa dan pelajar itu, diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. (cena/may)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Kita Harus Sadar Sebagai Bangsa Yang Besar

bidik.co — Seluruh rakyat Indonesia perlu bersama merenungi dan kembali kepada jati diri bangsa Indonesia. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.