Home / Politik / Keberadaan Tim Transisi Jokowi Mendapat Kritik

Keberadaan Tim Transisi Jokowi Mendapat Kritik

bidik.co – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai pembentukan tim transisi presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, tidak etis. Tim transisi dinilai tidak menghormati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat ini masih menjabat.

“Tidak etis tim transisi itu, presiden kan masih SBY sampai Oktober (2014). Hormati beliau ini jangan sampai merasa terganggu sebagai presiden, mengusik ketenangannya,” kata Said di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Menurut Said, tim transisi sebaiknya hanya diketahui oleh internal pihak Jokowi-JK. Ia juga meminta Jokowi-JK sabar menunggu putusan sengketa Pemilu Presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara menurut Ketua Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU), Sulthonul Huda mengatakan bahwa Tim Transisi yang dibentuk Jokowi-JK dinilai tidak merepresentasikan kelompok yang mendukungnya hingga terpilih sebagai Presiden. Sebagai salah satu relawan pemenangan Jokowi-JK, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) mengkhawatirkan terbentuknya tim transisi ini akan semakin memecah-belah kekuatan pendukung Jokowi-JK.

“Warga Nahdliyin yang berkeringat mendukung Jokowi hingga terpilih sebagai presiden menjadi kecewa. Sebab tidak ada perwakilan NU di tim transisi. Padahal banyak kader muda NU potensial yang mampu mengisi tim transisi,” ujar Sulthon.

Seperti diberitakan, Jokowi dan Jusuf Kalla kini tengah mempersiapkan masa transisi. Jokowi bahkan baru saja meresmikan Rumah Transisi Jokowi-JK di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. (if)

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pemerintah Harus Bersikap Adil Atas Vaksin Karya Anak Bangsa

bidik.co — Baru beberapa waktu nama Vaksin Nusantara ramai dibahas khalayak publik, jalan Terawan Agus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.