Home / Politik / Ketua MK: Gugatan Prabowo-Hatta Perlu Diperbaiki

Ketua MK: Gugatan Prabowo-Hatta Perlu Diperbaiki

bidik.co– Mahkamah Konstitusi (MK) usai menggelar sidang perdana perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 sejak pukul 09.30 WIB, Rabu (6/8/2014) di ruang sidang pleno dengan agenda pemeriksaan perkara. Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Jumat, (8/8/2014) pukul 09.00 WIB.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva mengatakan hakim menemukan dalam permohonan pemohon diawal dan sesudah perbaikan secara tertulis ada yang tidak sinkron antara posita (dalil tuntutan) dan petitum (isi tuntutan) sehingga perlu diperbaiki.

“Ada yang tidak sinkron antara petitum dan posita. Kami menemukan ada dalam bagian posita begitu meluas. (Sedangkan) Petitium tidak mencakup dalam posita. Perlu diperbaiki untuk penyempurnaan permohonan,” ujar Ketua MK, Hamdan Zoelva saat menyampaikan nasehat kepada pemohon tim Prabowo-Hatta di ruang sidang Mk, Rabu (6/8/2014).

Hamdan mengatakan tiga alternatif petitum yang disampaikan pemohon yaitu pertama, penetapan perolehan suara yang benar menurut pemohon. Kedua, pemungutan suara ulang di TPS seluruh Indonesia. Ketiga, pemungutan ulang di beberapa provinsi, di mana ada delapan provinsi serta tidak di seluruh kabupaten dan sebagian TPS perlu ada sinkronisasi.

“Itu lah inti permohonan (pemohon) tapi kami sampaikan perlu ada sinkronisasi dalil permohonan (posita) satu uraian nafas dengan petitum. Itu intinya,” katanya.

Selain itu, ia menuturkan setelah mendengar penjelasan lisan dari pemohon terhadap permohonan pemohon secara tertulis yang diajukan pertama dan kedua terdapat banyak perubahan. Namun, secara sistematika permohonan sudah sesuai dengan sistemika yang ditentukan MK tentang pengajuan permohonan.

Menurutnya, dalam proses persidangan di MK berdasarkan proses hukum yaitu pembuktian pihak-pihak dari pemohon, termohon dan pihak terkait. Sementara, untuk penilaian, MK akan melihat berdasarkan bukti yang diajukan para pihak.

“Putusan MK berdasarkan satu mekanisme yang diatur konstitusi bersifat final, Kami akan mengadili dengan sejujurnya, transparan dan terbuka agar masyarakat bisa melihat,” ungkapnya.

Sementara itu Hakim Konstitusi Aswanto menyoroti penggunaan kata-kata yang maknanya tidak jelas.

“Petitum saudara perlu disisir, jangan gunakan kalimat bersayap, pakai kalimat yang maknanya tunggal,” kata Aswanto dalam persidangan di gedung MK, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Aswanto mencontohkan kata “pengkondisian” dan “penggelembungan” yang berkali-kali digunakan oleh pihak Prabowo-Hatta. Menurutnya, kata-kata semacam itu membuat majelis hakim kesulitan memahami maksud pemohon.

Majelis juga menyoroti ketidaktelitian pihak Prabowo-Hatta dalam penulisan. Hal ini terlihat dari banyaknya kesalahan penulisan nama daerah. Bahkan mereka juga melakukan kesalahan penulisan nomor urut pasangan calon.

“Di Papua Barat dituliskan kecurangan dilakukan pasangan nomor urut 1. Pasangan nomor urut 1 itu Prabowo-Hatta. Apakah memang maksudnya seperti itu atau bagaimana?” tanya Aswanto.

Sementara hakim konstitusi Hamdan Zoelva menilai permohonan Prabowo-Hatta sebenarnya secara sistem sudah benar. Namun, isinya banyak yang tidak sinkron antara bagian satu dengan lainnya.

“Secara penulisan kami temukan yang perlu diperbaiki. Ada tidak sinkroniasi antara petitum (pokok gugatan) dan posita (uraian). Positanya meluas tapi petitumnya tidak mencakup semua,” papar Hamdan.

Atas kekurangan-kekurangan tersebut, Prabowo-Hatta diberi waktu untuk melakukan perbaikan surat permohonan hingga Kamis (7/8/2014) siang pukul 12.00 WIB. Sidang selanjutnya akan digelar pada Jumat (8/8/2014) dengan agenda pembacaan materi jawaban dari pihak KPU RI selaku termohon. (ai)

Komentar

Komentar

Check Also

Meski Tugasnya Berat, Mahfud MD Minta Aparat di Papua Tak Mudah Terpancing Provokasi

bidik.co – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta aparat yang bertugas di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.