Home / Politik / KPK: Wali Kota Risma Inspirasi Kampanye Antikorupsi

KPK: Wali Kota Risma Inspirasi Kampanye Antikorupsi

bidik.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai figur ideal sebagai tokoh antikorupsi. Risma dinilai telah menjalankan pemerintahan dengan transparan.

“Cuma dengan adanya contoh ibu wali seperti itu dan karena biasanya warga susah cari figur dan dia (Risma) membuat sistem dengan transparan,” kata Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja di sela sela seminar anti korupsi bertema “kekuatan perempuan, inspirasi perubahan” yang digelar di Graha Sawunggaling, Lantai VI kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Selasa (26/5/2015).

Adnan juga menyebut Risma sapaan akrab Wali Kota Surabaya sebagai salah satu inspirator kepala daerah lain untuk membangun kota yang bersih, meski tidak menampik korupsi masih ada dan sulit dibersihkan.

“Risma memang inspirasi dalam membangun kota,” ungkap dia.

Sedangkan alasan memilih Kota Surabaya sebagai tuan rumah seminar antikorupsi dengan sasaran kaum perempuan sebagai ujung tombak. Adnan, kembali mengungkapkan karena adanya Risma yang memudahkan pihaknya untuk berkampanye anti korupsi.

“Menyasar kota surabaya karena ada adanya ibu Risma memudahkan kita untuk mekampanyekan antikorupsi,” pungkas dia.

Sebelumnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini mewujudkan konsep smart city yang mampu mempermudah sistem pendataan. Konsep tersebut berhasil memangkas birokrasi di Surabaya.

“Birokrasi harus dipangkas tapi tidak melawan aturan yang dibuat,” kata Risma di Lembaga Penelitian CSIS, Jakarta, Selasa (7/3/2015).

Risma mengatakan, konsep smart city mempermudah masyarakat untuk mengakses sebuah informasi. Sebab, dalam sistemnya data disajikan untuk berbagai keperluan, baik pemerintah maupun masyarakat secara online.

“Di Surabaya punya 203 unit pelayanan e-Kios. Semua warga Surabaya dapat mengecek pelayanan pemerintah kota yang terdapat sampai tingkat kelurahan,” papar walikota yang masuk dalam daftar 50 pemimpin terbaik dunia versi laman fortune.com itu.

Bukan hanya di sektor pelayanan pemerintahan, jelas dia, sistem online pun telah tersedia di pelayanan kesehatan. Semua warga dapat mengakses ketersediaan kamar inap secara transparan.

“Dengan online maka lebih efisien. Seperti pelayanan kesehatan, bisa mengecek secara langsung,” ujar Risma.

Selain pelayanan kesehatan, layanan pendidikan di Surabaya pun sudah menerapkan sistem online. Sistem ini disebut e-Education oleh Walikota Risma.

“Sistem pendidikan pun demikian, menggunakan e-Education. Dari 192 data sekolah yang siap untuk UN (Ujian Nasional) online, 52 sekolah itu berasal dari Surabaya,” jelas Risma. (*)

Komentar

Komentar

Check Also

Masih Ada Yang Mendukung, MPR Tolak Tuntutan PA 212 Bubarkan BPIP

bidik.co — Banyaknya aspirasi dari masyarakat yang masih mendukung keberadaan BPIP, Wakil Ketua MPR RI …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.