Home / Politik / Menaker Hanif Tegaskan Penampungan TKI Tak Penuhi Izin akan Ditutup

Menaker Hanif Tegaskan Penampungan TKI Tak Penuhi Izin akan Ditutup

bidik.co – Pagi tadi Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri melakukan sidak ke dua rumah tempat penampungan TKI ilegal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Melihat kondisi rumah yang tak layak huni, Menaker mengatakan akan segera menutup rumah tersebut.

“Yang pasti setelah ini tempat seperti itu akan saya tutup, izin tempat tinggalnya nanti setelah melakukan evaluasi juga akan dicabut,” ujar Hanif kepada wartawan seusai sidak, Rabu (5/11/2014).

Hanif sempat melakukan pengamatan ke sebuah rumah tempat penampungan calon TKI di Gang Z nomor 24, Tebet, Jakarta Selatan. Kondisi rumah yang pengap dan lembab, serta ketidaktersediaan kamar yang cukup untuk menampung 43 orang calon TKI, menurut Hanif merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

“Tadi saya sudah sidak ke tempat penampungan TKI. Suasana di sana sungguh sumpek, panas, tidurnya pun kayak pindang, dan tidak manusiawi untuk dijadikan tempat tinggal,” jelasnya.

Tak hanya akan menutup rumah tersebut, ijin dari perusahaan yang mengelola penyaluran TKI ke luar negeri ini juga akan segera dicabut.

“Sementara calon TKI nya, nanti akan disalurkan ke PPTKI (Panitia Pengelola Tenaga Kerja Indonesia) yang resmi. Karena kasihan dong, kalo sampai mereka ditelantarkan begitu saja,” tutup Hanif.

Namun Dirjen Bina Penta (Penyaluran Tenaga Kerja), Reyna Usman mengatakan, penutupan tersebut tak dapat dilakukan begitu saja karena pihak Kemenaker, tetapi harus bertemu dengan pemilik PT terlebih dahulu.

“Masih ada proses dulu, besok akan dipanggil pemilik perusahaannya, untuk meminta penjelasan tentang perusahaan penyalur yang tidak memenuhi syarat,” ujar Rena, Rabu (5/11/2014).

Menurut Reyna, sidak yang dilakukan menteri bersama rombongan Kemenaker tadi pagi adalah untuk memeriksa kondisi fisik dari pemukiman penampungan TKI. Apakah memenuhi syarat atau tak layak huni.

“Yang penting sekarang kita pemeriksaan fisik dulu, besok baru kita ketemu pemilik, setelah itu baru kita evaluasi mengenai pemindahan TKI nya,” kata dia.

Lalu apa yang akan dilakukan pihak Kemenaker, sendainya malam ini para calon TKI dipindahkan dari tempat penampungan ilegal tersebut, untuk menghindari pengambilalihan calon TKI dari pemilik lama oleh Kemenaker?

“Yang penting kita sudah tahu pemilik perusahaannya siapa, jadi ke manapun juga mereka nggak bisa lari, nggak bisa sembunyikan para TKI itu. Kita pasti akan kejar,”‎ tutupnya.

Sebelumnya, langkah Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri yang melakukan penggerebekan ke tempat penampungan ilegal tenaga kerja Indonesia (TKI) ternyata tak diketahui sebelumnya oleh pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Reyna Usman mengungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif yang hari ini melakukan penggerebekan ke tempat penampungan ilegal tenaga kerja Indonesia (TKI) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sebelumnya tidak memberi tahu jajarannya.

“Saya diajak Pak Menteri tanpa diberitahu mau kemana tujuannya,” kata Reyna, Rabu (5/11/2014).

Reyna mengatakan, ia dan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemnaker Muchtar Lutfhie baru tahu diajak menggerebek tempat penampungan ilegal TKI setelah mendekati lokasi sasaran. “Terkejut juga,” kata Reyna.

Setelah menyelidiki ke dalam rumah, Reyna juga kaget karena mendapati puluhan tenaga kerja dalam kondisi yang tidak layak. “Kamarnya, ukurannya, dan fasilitas yang ada di situ menyalahi aturan semua,” ujar dia.

Reyna bahkan menilai para TKI yang ditampung di tempat itu mendapat perlakukan yang tidak manusiawi. “Kalau saya bilang sih tidak manusiawi,” katanya.

Humas Kementerian Ketenagakerjaan Suhartono menambahkan pada saat melakukan sidak Menteri Hanif juga tidak mendapat pengawalan khusus. “Hanya standar menteri saja,” ujarnya, Rabu (6/11/2014).

Komentar

Komentar

Check Also

Sri Meliyana: Pemerintah Harus Bersikap Adil Atas Vaksin Karya Anak Bangsa

bidik.co — Baru beberapa waktu nama Vaksin Nusantara ramai dibahas khalayak publik, jalan Terawan Agus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.